Selamat Datang Sahabat Media Literasi Guru. Yuk, kirim tulisanmu ke medialiterasiguru@gmail.com dan konfirmasikan karyamu di 081225183113

Sabtu, 23 Februari 2019

Dian Marta

Tutup Pergamanas 2019, Sakoma NU Umumkan Juara Tingkat Jateng

Penutupan Pergamanas 2019/ www.medialiterasiguru.com

medialiterasiguru- Sako Ma'arif NU Se Jawa Tengah telah berhasil menyukseskan agenda Pergamanas II tahun 2019 di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur sejak Senin (19/2/2019). Hal itu ditandai dengan penutupan internal oleh Sakoma NU Jateng bersama peserta dan Pinkon se Jawa Tengah, Sabtu malam (23/2/2019) tepat pukul 19.35 WIB di depan tenda putra kontingan Brebes.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menegaskan bahwa ada maksud besar dalam Pergamanas II 2019 tersebut. Pertama adalah mendorong dan menumbuhkembangkan semangat persatuan dan kesatuan bela negara, nasionalisme, sebagai karakter bangsa di lingkungan LP Ma'arif NU.

Kedua, mewujudkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam menolong sesama bangsa. "Ini adalah momentum yang adik-adik dapat, dan nasionalisme. Ini jangan sampai sia-sia, karena momentum ini menjadi penguatan Aswaja Annahdliyah," kata dia.

Sakoma NU Jateng, kata dia, insyaallah Sakoma NU Jateng akan menggelar kemah sendiri. "Kami mengapresiasi juga kepada Sakoma Banyumas yang sudah mendapat penghargaan dari Sakoma NU PP LP Ma'arif NU," kata dia.

Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas semangat semua Sakoma NU Se Jateng yang telah menyukseskan Pergamanas II tahun 2019. "Kami atasnama Sakoma dan LP Ma'arif NU Jateng mohon pamit semoga selamat sampai tujuan," beber dia.

Untuk kejuaraan tingkat Jawa Tengah, Lomba K3 Pertendaan Putra didapat Juara I Banyumas, Juara II Jepara (Balekambang), Juara III Temanggung.

Lomba K3 Pertendaan Putri Juara I Temanggung, Juara II Kabupaten Semarang, Juara III Banyumas. Untuk Kuliner Nusantara, Juara I Kabupaten Semarang, Juara II Jepara (Balekambang), Juara III Brebes.

Lomba Karnaval Budaya, Juara I Jepara, Juara II Kabupaten Magelang, Juara III Temanggung. Untuk peserta terbanyak, pertama Brebes, kedua Magelang, ketiga Jepara.

Mereka mendapatkan penghargaan dari Sakoma NU Jateng yang diberikan langsung di akhir penutupan. (Ibda).
Dian Marta

Temanggung Juara II Lomba Kuliner Nusantara Pergamanas 2019

Kuliner Nusantara Pergamanas 2019

Cibubur - Dalam perlombaan Kuliner Nusantara Pergamanas II tahun 2019, kontingan Sakoma NU Jawa Tengah yang diwakili kontingen Sakoma NU Temanggung berhasil menjadi Juara II tingkat nasional.

"Alhamdulillah, Lomba Kuliner Nusantara sudah diumumkan Panitia Pergamanas II tahun 2019. Juara kuliner pertama dari Bandung, kedua Temanggung dan ketiga Surabaya," kata Ahmad Muzammil Bendaraha LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Sedangkan Juara Harapan, yaitu Harapan I Jepara, Harapan II Kendal dan Harapan III Maluku Utara.

"Kami dari Sakoma NU Jateng bersyukur karena perwakilan Jateng diwakili tiga daerah dalam lomba tingkat nasional ini," kata pria asal Demak tersebut.

Pihaknya juga menambahkan, Sakoma NU Jateng menggelar lomba kuliner sendiri untuk semua perwakilan kabupaten dan kota se Jateng. Pihaknya juga berharap, Sakoma NU Jateng akan Juara Umum pada pengumuman yang dilakukan nanti malam atau besuk Ahad 24 Februari 2019 besuk. (Ibda).

Rabu, 20 Februari 2019

Dian Marta

Pentas Seni Pergamanas, Sakoma NU Jateng Tampilkan Tari Suluk

Tari Suluk dalam Pergamanas II tahun 2019 / medialiterasiguru.com


medialiterasiguru - Rabu malam (20/2/2019), sejak pukul 19.30 WIB dipenuhi ribuan putra-putri peserta Pergamanas dari Kontingan Sakoma seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Tim Sakoma NU Jateng berkesempatan menampilkan Tari Suluk ciptaan Kak Dana. Dalam kesempatan itu, Tari Suluk memukau penonton dari berbagai daerah.

Pimpinan Kontingen (Pinkon) Putra Sakoma NU Jateng, Ahmad Haryanto menjelaskan bahwa Tari Suluk dipersiapkan untuk mewakili Jawa Tengah dalam even nasional tersebut.
"Tari Suluk terdiri atas enam orang penari.
Tari Suluk ini menggambarkan kepada semua orang, untuk tidak bisa berdiam diri," beber dia kepada awak media.

Meski demikian, menurut dia, mereka tetap harus berjuang walaupun tidak dalam keadaan berperang melawan penjajah. Karena perjuangan di dalam tari suluk adalah perjuangan melawan angkara murka yang ada di dalam setiap manusia," kata dia.

Oleh karenanya, lanjutnya, kita sebagai manusia harus bisa melawan hawa nafsu dan keangkaraan murka yang ada.

Dalam kesempatan itu, Ketua LP Ma'arif NU Jateng R. Andi Irawan, secara langsung terjun ke lokasi pentas seni. Ia didampingi Wakil Ketua LP Ma'arif NU Jateng Fakhrudin Karmani, Bendahara LP Ma'arif NU Jateng Ahmad Muzammil, Bidang Diklat dan Litbang LP Ma'arif NU Jateng Hamidulloh Ibda dan Bidang Kerjasama Antar Lembaga LP Ma'arif NU Jateng Miftahul Huda.

"Pentas kali ini luar biasa. Saya berharap adik-adik dari Jateng, Pinkon, dan semua kakak pembina tetap semangat sampai hari terakhir dan kita dapat juara umum," harap dia. (Ibda).

Selasa, 19 Februari 2019

Dian Marta

Pergamanas 2019

Di Lokasi Pergamanas, Sakoma LP Ma'arif NU Jateng Kerja 24 Jam / www.medialiterasiguru.com
Cibubur - Beberapa bulan sebelum dilepas Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (18/2/2019), tim Sako Ma'arif NU Jawa Tengah bekerja maksimal menjadi tangan panjang antara panitia pusat dan cabang kabupaten / kota dalam menyukseskan Pergamanas II tahun 2019 di Buperta Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Sejak di lokasi Pergamanas II, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 23.45 WIB, tim Sako Ma'arif NU Jawa Tengah langsung menyambut dan mengawal kedatangan tim Sakoma NU Cabang se Jawa Tengah yang datang sampai Selasa (19/2/2019) pukul 06.32 WIB. Mereka bekerja 24 jam nonstop tanpa istirahat, karena sifatnya bekerja bersama dan maju bersama.

Ketua Sakoma NU Jateng, H. Shobirin dalam rapat internal, Selasa (19/2/2019) pagi, menegaskan bahwa sifat LP Ma'arif NU Jateng menjadi fasilitator dan melayani Sakoma cabang agar sukses mengikuti Pergamanas tersebut. "Kami menyiapkan apresiasi sendiri bagi peserta cabang yang benar-benar sesuai kriteria," bebernya.

Pihaknya mengatakan, tim Sakoma NU Jateng disebar di tempat pintu masuk Buperta, lokasi perkemahan putra dan putri. Modelnya, kata dia, tim ada yang menjemput dan ada yang mengantar sampai lokasi.

Sampai Selasa (19/2/2019) sampai pukul 04.45 WIB, daftar kontingen Jateng yang sudah datang yaitu Jepara, Sragen, Blora, Pati, Wonosobo, Batang, Klaten, Semarang, Pemalang, Salatiga, Kendal, Tegal, Sragen, Kudus, Kebumen, Temanggung, Rembang, Demak, Kabupaten Pekalongan, Brebes, Grobogan, Lasem dan Purbalingga, serta lainnya.

Dalam rapat itu, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan juga menegaskan bahwa nanti ada kunjungan dari Rais Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jateng selama Pergamanas berlangsung. Pihaknya mengatakan bahwa Pergamanas menjadi even nasional untuk menunjukkan kualitas dan kekompakkan kontingen Sakoma NU se Jateng. (Ibda).
Dian Marta

Jadwal Pelaksanaan SKD PPPK Kota Semarang 2019


medialiterasiguru- Menindaklanjuti Keputusan Walikota Semarang Nomor 800/497 tanggal 19 Februari 2019 tentang Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Pemerintah Kota Semarang Tahun 2019 kepada pelamar yang dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi berhak untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Pemerintah Kota Semarang Tahun 2019 bertempat di SMK Negeri 7 Semarang Jalan Simpang Lima Semarang dilaksanakan hari Sabtu, 23 Februari 2019, sesuai daftar terlampir.
2. Peserta wajib mencetak kartu seleksi melalui laman https://sscasn.bkn.go.id/
3. Peserta wajib membawa Kartu Seleksi dan Kartu Tanda Penduduk Asli (KTP)/ Surat Perekaman Kependudukan Asli yang masih berlaku untuk menghindari perjokian
4. dan seterusnya klik link di bawah ini

(DM)
Dian Marta

Hasil Seleksi OSN Tahap I 2019 di Kota Semarang

Undangan Seleksi OSN Tahap II Tingkat Kota Semarang/ www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru- Minggu lalu tepatnya Selasa, 12 Februari 2019 Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan serentak menyelenggarakan seleksi Olimpiade Sains Nasional di 16 titik kecamatan. Meskipun dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan, namun peringkatan hasil seleksi tidak lagi per kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Siswa akan dirangking secara global tingkat kota.

Pada tahap pertama dipilih 150 peserta putra MAT dan 150 peserta putri MAT. Begitu pula dengan OSN IPA nya. Siswa dengan peringkat 150 besar otomatis akan menjadi peserta OSN tahap II yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23Februari 2019 di SMP N 21 Semarang.

Lima Siswa SDN Sampangan 01 Gajahmungkur lolos pada seleksi OSN tahap 1 kota Semarang. Untuk OSN Matematika ada Ferdino Suryo Saputro dan Tristan Neo Andira. Sedangkan pada OSN IPA ada F.Ariani Wahyu Kinanti, Vanesya Aurel Christanti, dan Qibran Gusnu Kurniawan.

Kepada pembimbing OSN sekolah (Dian Marta W dan Fuji Setya L) Siti Rochajati (KS) berpesan untuk tetap solid dalam membimbing anak-anak dalam seleksi tahap berikutnya. 

Sekolah masih mempunyai waktu 3 hari untuk anak-anak yang lolos seleksi tahap 1. Dengan pembimbingan yang intens dan terstruktur pasti hasilnya juga akan lebih baik. "Yang penting sudah usaha maksimal. Adapun hasil kita serahkan pada yang Maha Kuasa"  tutur kepala sekolah SDN Sampangan 01 itu. (DM)

IPA Putra

IPA Putri

Mat Putra

Mat Putri

Senin, 18 Februari 2019

Dian Marta

Taman Indonesia Kaya, Objek Wisata Baru di Semarang

Gemerlap "Taman Indonesia Kaya" Semarang/ www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com- Salam sejahtera bagi seluruh sahabat MLG. Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, Semarang menyuguhkan objek wisata baru yang tidak kalah dengan tempat wisata di ibukota negara maupun di luar negeri. Objek wisata ini didesain secara elegan, tanpa tiket, dan tentunya merakyat. Siapaun berhak dan diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ini. Tidak hanya orang tua, anak-anak maupun remaja pun cocok untuk menghabiskan waktu malamnya.

Semarang menyebutnya "Taman Indonesia Kaya". Untuk kamu yang tidak berdomisili di Semarang, menemukan Taman Indonesia Kaya sangatlah mudah. Objek ini terletak tepat di depan SMA Negeri 1 Semarang atau biasa dikenal dengan Taman KB. Ya, di tempat ini memang ada patung logo KB yang dihias dengan lampu-lampu cantik.

Tidak perlu menunggu malam Minggu untuk menikmati objek wisata Taman Indonesia Kaya. Kapan pun senggang, monggo jangan lupa mampir di tempat wisata yang dipenuhi lampu-lampu gantung serta kursi taman yang di desain sangat cantik dan romantis. Khususnya bagi bapak ibu guru, tempat ini sangat cocok untuk mencari inspirasi malam dan mengurai kepenatan dalam bekerja.

Di sini juga disediakan panggung serba guna yang bisa dipakai siapapun untuk menunjukkan talenta atau sekadar mempertunjukkan bakat di hadapan khalayak ramai. Tidak perlu bagi kita merogoh kocek banyak untuk menghibur diri bukan? Kita hanya perlu membayar 2.000 untuk bapak tukang parkir yang menjaga keamanan kendaraan bermotor kita. Atau mungkin sekitar 3.000 jika kita pergi ke sana dengan mobil.

Selain panggung, lampu-lampu, serta kursi taman. Kita juga dapat melihat air mancur yang sudah dilengkapi dengan lampu berarna-warni. Jika berdiri di dekatnya jangan takut terkena cipratan airnya ya. So pasti kita tidak akan kecewa kalau berkunjung di objek wisata yang dekat dengan pusat kota.

Bagi kamu yang suka kuliner, Taman Indonesia Kaya juga menyediakan puluhan warung kuliner yang siap dipilih dan dikunjungi oleh Bapak/Ibu. Ada bakso, soto, tahu gimbal, penyetan, batagor, cilok, lontong, sate, ramesan, dan lain sebagainya.

Selain makanan ada juga berbagai souvenir khas Semarang yang ditawarkan untuk pengunjung. Bersama rakyat, Semarang hebat. (DM)

Sabtu, 16 Februari 2019

Dian Marta

LPTNU Dorong Kampus NU Lahirkan Profesor


medialiterasiguru.com - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan harga tawar perguruan tinggi, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dipandang perlu memberikan kesempatan yang besar kepada dosen untuk mengurus kepangkatan sesuai dengan jenjang karier yang ada.

Hal tersebut disampaikan dalam rakornas dan seminar PTNU se Indonesia yang berlangsung sejak 15 Februari 2018 hingga besuk 17 Februari 2019 di Hotel Prama Grand Preanger Bandung yang digelar dalam rangka menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang bertajuk "Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan PTNU dalam Menghadapai Revolusi Industri 4.0".

Sedikitnya, ada 500 peserta dari Pengurus Pusat LPTNU, Pengurus Wilayah LPTNU dan 250 PTNU se Indonesia hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional LPTNU, di Hotel Prama Grand Preanger Bandung, yang dibuka sejak Jumat (15/2/2019).

Kegiatan itu dibuka Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc., Ph.D dan diisi Direktur Karir Dosen Kemenristek dikti Prof. Dr. Bunyamin Maftuh. Pihaknya menyampaikan sedikitnya ada 83.881 dosen yang belum memiliki Jafung.

“Selama ini kita bisa melihat bahwa masih banyak keengganan para dosen untuk mengurus kenaikan pangkat dan golongan. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi karena masih ada stigma bahwa mengurusnya sulit dan juga masih menilai PTNU tidak menjanjikan pada sisi masa depan,” ujar dia.

Jika kita kaji lebih mendalam, kata dia, banyak temuan/ faktor yang akan didapat dilapangan. Salah satu simpulan penting dalam masalah ini menunjukkan bahwa sumber daya dosen dilingkungan PTNU menunjukkan disorientasi yang cukup mengkhawatirkan. “Pada akhirnya perguruan tinggi perlu membuat sebuah aturan yang jelas dan mengikat disoal kualitas dan komitmen dosen itu sendiri.  Pada kesimpulan akhir PAK menjadi rumus kemajuan dosen dan kampus,” lanjut dia.

Sedangkan Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc., Ph.D menambahkan, bahwa sudah saatnya PTNU berusaha untuk merubah paradigma berfikir dari sebelumnya. "Kementerian masih mengkaji jika dosen tidak berusaha untuk mengurus kepangkatan maka kemungkinan besar kita akan mencabut NIDN yang bersangkutan, karena jika dibiarkan berlarut akan membahayakan beradaan institusi perguruan tinggi itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap PTNU jangan hanya menempatkan ilmu agama saja dalam masing masing jurusan. Perlu juga untuk berubah atau menambah jurusan saint dan teknologi sebagai prodi baru untuk menangkap kebutuhan masyarakat secara umum.

Di samping hal tersebut karena melihat peta perkembangan sumber daya manusia didunia sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seperti contoh bahwa Jepang sudah membuat master plan jangka panjang dengan menerapkan Revolusi Industri 5.0 sedangkan Indonesia sedang masuk dalam Revolusi Industri 4.0.

Dalam kesempatan itu, STAINU Temanggung turut menyukseskannya dengan menghadiri forum besar tersebut yang diwakili Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAINU Temanggung Khamim Saifuddin dan Kaprodi Hukum Keluarga Islam STAINU Temanggung Sumarjoko.(HI).
Dian Marta

Al Madina, TK Islam Favorit di Sampangan Semarang

Buku Panduan TPA-KB-TK-SD-SMP Islam Al Madina Semarang/ medialiterasiguru.com

medialiterasiguru.com- Selamat pagi sahabat media literasi. Hari ini media literasi guru akan mencoba memberikan solusi bagi sahabat-sahabat yang bingung mencarikan tempat belajar untuk Ananda tercinta.

Salah satu TK di daerah Sampangan yang menyeediakan fasilitas pembinaan agama usia dini adalah TK Al Madina. Sekolah ini beralamat di Jalan Menoreh Utara IX No. 57 Sampangan Semarang, Telp. 024-8505219.

"Mendidik Generasi Berkarakter Cerdas, Berbasis Al Qur'an, Berwawasan Entrepreneur" adalah motto yang diusung oleh yayasan ini.

Pada tahun ajaran 2019-2020 ini Kurikulum TK Islam Al Madina meliputi suatu integrasi (kesatuan padu antara kurikulum KBK, KTSP, BCCT) dengan penjiwaan agama beserta nilai-nilai pendidikan Islam dan kurikulum khusus Al Madina terakreditasi A, yang meliputi:

KELOMPOK A
A. Agama Islam
1. Pendidikan Aqidah
   - Mengenal Allah melalui sifat dan karya cipta-Nya
   - Mengenal 5 Malaikat Allah
   - Mengenal Nabi dan Rasul Allah (Ulul Azmi)
2. Pendidikan Ibadah
   a. Al Quran
      - Surat Al Fatihah - Al Kafirun
      - Surat An Naas - Al Ma'un
      - Surat Al Falaq - Al Quraisy
      - Surat Al Ikhlas - Al Fil
      - Surat Al Lahab - Al Humazah
      - Surat An Nasr - Al Asr
      - Surat Al Kafirun - At Takasur
   b. Al Hadist
      - Belajar Al Quran
      - Kasih sayang
      - Persaudaraan
      - Kebaikan
      - Larangan marah
      - Menutup aurat
      - Keutamaan salam
      - Shalat tiang agama
      - Kebersihan
      - Surga di bawah telapak kaki ibu
      - Adab makan
      - Menuntut ilmu
      - Malu
      - Senyum shadaqoh
   c. Doa sehari-hari
      - Sebelum belajar
      - Sebelum makan
      - Masuk kelas/rumah
      - Masuk WC
      - Keluar WC
      - Sebelum tidur
      - Bangun tidur
      - Kebaikan dunia akhirat
      - Orang tua
      - Naik kendaraan
      - Niat wudhu
      - Masuk masjid
      - Keluar masjid
      - Mohon kemudahan
Selain yang tertulis di atas ada pula kurikulum akhlaqul karimah, bahasa, daya pikir, dan keterampilan motorik/jasmani. Info selengkapnya dapat mengunjungi link berikut ini: www.almadina.or.id
Semoga bermanfaat
     

Jumat, 15 Februari 2019

Dian Marta

Metodologi Penelitian Sastra

Sampul Buku Metodologi Penelitian Sastra oleh Jabrohim / www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com- Penelitian bisa dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, tapi juga menjenuhkan. Penelitian yang menyenangkan terjadi saat peneliti benar-benar menikmati tahapan-tahapan yang telah disusun dalam metodologi penelitiannya. Sedangkan penelitian yang menjenuhkan adalah penelitian yang tidak efektif dan adanya ketidaktercapaian tujuan penelitian.
Penelitian tidak dapat dilaksanakan begitu saja tanpa adanya perencanaan yang matang. Maka tidak salah jika sebelum laporan penelitian dibuat, disusunlah terlebih dahulu proposalnya. Dalam meneliti, terutama dalam penelitian sastra. Masih banyak kebingungan yang dirasakan oleh penulis. Apalagi jika penelitinya itu guru SD yang secara basic tidak memiliki kepiawaian khusus dalam hal kesastraan. Oleh karena itu penelitian sastra banyak dihindari oleh guru SD.
Berdasarkan pengalaman dari penulis sendiri yang pernah mencoba meneliti tentang penggunaan kata tanya Adiksimba (Apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) dengan bantuan media kartu, penulis banyak menemukan masalah. Beberapa masalah yang muncul ternyata berasal dari sumber yang sama. Sumber itu ada penyusunan langkah-langkah penelitian yang kurang tepat sasaran. Dampak yang muncul adalah peneliti mengalami kesulitan dalam hal pengambilan data. Untuk itu, penting bagi seorang penulis yang ingin meneliti sastra untuk mempelajari buku ini.
Metodologi penelitian sastra yang penulis sampaikan dalam artikel ini bersumber dari buku "Metodologi Penelitian Sastra" yang disusun oleh Jabrohim bekerjasama dengan Penerbit PT. Hanindita Graha Widia Yogyakarta. Pada cetakan pertama (April, 2001) buku ini sudah banyak diminati pembaca karena kontennya yang sangat bermanfaat.
Buku yang disusun oleh beberapa penulis ini membahas tentang
1. Penelitian Sastra: Tinjauan tentang teori dan metode sebuah pengantar
2. Langkah-langkah penyusunan rancangan penelitian sastra
3. Latar belakang masalah dan tujuan penelitian dalam penelitian sastra
4. Kerangka teoretik, identifikasi variabel, dan hipotesis dalam penelitian sastra
5. Populasi dan sampel dalam penelitian sastra
6. Populasi dan sampel dalam penelitian sastra
7. Petunjuk penelitian sastra dengan metode pendekatan tematis-filosofis
8. Analisis struktural: salah satu model pendekatan dalam penelitian sastra
9. Penelitian sastra dalam perspektif strukturalisme genetik
10. Strukturalisme dinamik dalam pengkajian sastra
Bagi Sahabat Literasi yang ingin mengetahui pengkajian buku ini lebih mendalam dapat mengunjungi perpustakaan maupun toko buku terdekat. Salam literasi. (DM)
Dian Marta

Dimana Kampus Pascasarjana Unnes yang Baru?

unnes.ac.id dok

medialiterasiguru.com- Halo, sahabat literasi. Apa kabarnya nih? Semoga baik-baik aja ya. Semoga kebahagiaan dan kesehatan senantiasa tertuju pada kita semua. Amin ya robbal alamin. 
Tulisan ini dilatarbelakangi dari banyaknya teman yang menanyakan posisi/letak kampus Pascasarjana Unnes yang baru. Dulu, kampus Pasca Unnes memang ada di daerah Bendan Ngisor. Tepatnya di samping kampus Stiepari. Namun sekitar 2 tahun ini, kampus itu telah berubah menjadi kampus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unnes. Sementara kampus pascasarjana dipindahkan di daerah Petompon. Alamat kampus pascasarjana yang baru adalah Jalan Kelud Utara III Petompon, Gajahmungkur Semarang.
Bagi sahabat literasi yang bingung mencari alamat ini, mudah saja solusinya. Sahabat bisa mencari titik RSUP Karyadi terlebih dahulu. Dari RSUP Karyadi teman-teman bisa mengambil arah barat (lampu merah Kaligarang) kemudian belok kiri (arah Unnes Sekaran). Kurang lebih 500 meter teman-teman akan sampai di kantor PDAM Tirta Moedal Semarang. Tepat di samping kantor tersebut ada jalan menuju arah timur. Jalannya memang agak sempit dan menanjak. Ikuti saja arah tersebut. Kurang lebih 500 meter teman-teman pasti bisa menemukan kampus Pascasarjana Unnes yang sedang dicari.
Perlu diingat, jika teman-teman mengambil dari arah seperti di atas dan ternyata kok jalan sampai Unnes Trade Center (UTC) atau SDN Petompon 02. Artinya, teman-teman harus berbalik arah karena jalan yang sedang dicari sudah terlewat. Selamat belajar dan salam literasi (DM)


Kamis, 14 Februari 2019

Dian Marta

Kak Roh Mendongeng di SDN Sampangan 01

Asyik bersama Kak Roh / www.medialiterasiguru.com

medialiterasiguru- Di bawah pohon mangga yang rindang pagi ini Jumat (15/2/2019) Kak Roh bersama yayasan Darul Quran berbagi motivasi di SDN Sampangan 01.
Pria bertopi copet itu menyampaikan motivasinya melalui dongeng-dongeng penuh nasihat. Kepiawaiannya dalam menguasai anak-anak dapat diacungi jempol. Siswa SDN Sampangan 01 berjumlah 400an itu bisa dikuasainya dengan sangat baik. 
Melalui dongeng anak-anak dapat mengambil nilai-nilai kehidupan. Seperti rasa syukur atas nikmat sehat yang diberikan Allah kepada umat manusia.
Kak Roh juga menceritakan tentang zaman sebelum dilahirkannya Al Quran yang penuh kegelapan dan penderitaan. Banyak kekejaman yang terjadi saat Al Quran belum menyinari dunia. Termasuk banyaknya bayi yang dibunuh ketika tidak diinginkan orang tuanya.
Kisah-kisah luar biasa itu disampaikan dalam candaan ringan dan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
"Nabi Muhammad diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan akhlak". 
Kak Roh pun menceritakan kesabaran Nabi Muhammad dalam mengubah kebiasaan kaum jahiliyah menjadi orang-orang baik.
"Sifat nabi Muhammad yang terkenal ada 4: sidiq, amanah, tablig, fathonah" disampaikan Kak Roh melalui nyanyian.
Melalui kesabarannya, banyak orang-orang jahat yang tobat dan perdamaian pun hadir setelah Al Quran diturunkan.
Untuk menarik perhatian siswa, kak Roh juga membawa boneka tangan dan tidak ketinggalan suara khasnya. Penampilan spektakuler Kak Roh itu ternyata memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa. Siswa dapat menerima nilai-nilai kebaikan dengan cara yang seru dan menyenangkan. Tentunya kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi siswa. Salam literasi. (DM)

Kamis, 07 Februari 2019

Dian Marta

Seminar Polemik Pendidikan NU

Seminar di STAINU Temanggung/medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Adalah kalimat pertama yang muncul dari Bapak Najib Mubarak, M.Sc sebagai pemateri Seminar Pendidikan “Polemik Pendidikan NU” yang dilaksanakan di Aula Kampus STAINU Temanggung, pada Kamis (07/02/2019). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tarbiyah dan beberapa pejabat penting  STAINU Temanggung

Kalimat tersebut muncul karena pada kenyataannya, pemahaman pelaku pendidikan sendiri mengalami penyempitan makna dari kata tarbiyah yang saat ini mengalami penyempitan seakan-akan menjadi ta’lim. Jika dibahasakan indonesiakan maka dari pendidik sekan menjadi pengajar, pengajar esensinya menjadi nilai (angka hasil belajar) dan bahkan lebih parah lagi pemaknaannya menjadi absen (dalam kelas) saja. Padahal sejatinya Tarbiyah itu adalah bermakna mendidik, yang memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia sepenuhnya, bukan hanya di sekolah, bukan hanya dalam tataran ilmiah, namun juga dalam segala aspek kehidupan individu itiu sendiri termasuk akhlak, ibadah dan ilmiahnya. Hal ini menjadi pembahasan yang menarik pada pelaksanaan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh HMJ Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama. Persoalan kita saat ini adalah adanya polemik dalam pendidikan di (lingkungan-red) NU.

“Sebagai praktisi pendidikan, setidaknya menurut saya, NU memiliki tujuh polemik pendidikan,” lanjutnya menerangkan. 

Di antaranya adalah, pertama, pendidikan dalam NU berangasur-angsur mengalami kehilangan jati diri”. “NU menjadi mayoritas di negara kita, namun dalam prosesnya, NU mengalami gejala-gejala kehilangan jati diri. Apakah jati diri NU itu? Jati diri NU adalah Pesantren,” kata dia.

Kedua, lanjut dia, NU harus mampu menjadi pengaman terciptanya iklim pendidikan yang sesuai dengan akar kehidupan dan sesuai dengan tujuan pendidikan. “Pada kenyataannya, ada sebagian masyarakat yang belum siap dengan arus perubahan jaman ini. Ada sebagian yang masih kolot dan eksklusif, namun di sisi lain ada yang sudah Inklusif dan mulai terbuka,” ujar dia.

Ketiga, sekolah dan guru, harus berangkat dari masyarakat. Guna menjaga martabat pendidik dan institusi pendidikan. Pada masa lampau, institusi bermula dari pengakuan masyarakat, dan pembangungannya baik secara sarana dan prasarana dilakukan oleh kekuatan pengakuan masyarakat. “Hal ini bertentangan dengan keadaan yang lumrah pada akhir-akhir ini, yaitu muncul banyak sekali institusi pendidikan (non-formal) yang muncul karena inisiatif sendiri (orang tertentu) yang telah selesai menempuh belajar dari pesantren-pesantren dan merasa mampu menjadi wakil mamsyarakat tempat ia tinggal,” paparnya.

Keempat, sekolah dan guru harus inklusif. Miskin dan keterbatasan bukan alasan untuk mengamputasi hak peserta didik dalam mengenyam pendidikan. “Artinya, sekolah harus benar-benar membuka diri sebagai tempat belajar tanpa dipengaruhi oleh hal-hal lain. Karena pada kenyataannya banyak sekali wali murid yang memiliki pandangan bahwa sekolah yang mahal, pasti lebih baik dari sekolah yang murah. Dan ketidak mampuan yang membayangi tersebut membatasi kesempatan belajar dari peserta didik,” tandas dia.

Kelima, pendidikan NU mengalami kemandegean karena adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Padahal sejatinya, kedua bidang ilmu tersebut bisa saling bersinergi untuk membentuk pribadi yang luhur sesuai tujuan pendidikan. “Lagipula, tidak dipungkiri bahwa tingkat keilmuan seseorang tidak menentukan nilai agamis seseorang itu sendiri. Bahkan ilmu umum, terkadang bisa membuat orang lebih agamis daripada ilmu agama itu sendiri,” beber dia.

Keenam, mayoritas dalam kuantitas, minoritas dalam kualitas. “Hal ini merupakan pekerjaan kita bersama sebagai jamaah. Masih terbuka besar peluang untuk memayoritaskan ke-minoritas-an kita, dengan mulai berbenah diri, dan melakukan perbaikan secara berjamaah,” lanjut dia.

Ketujuh, stigma yang berkembang dari latar belakang sejarah bahwa NU itu bermasalah pada sisi kedisiplinan, manajemen dan koordinasi. Padahal sebenarnya, kita sedang melakukan perubahan dan pergerakakn membangun. “Hal ini dibuktikan dengan digencarkannya kegiatan PKPNU yang tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas NU baik secara individu maupun secara jamaah, baik secara kultural maupun struktural,” katanya.

Itulah tujuh poin yang disampaikan oleh pemateri M. Najib Mubarak, M.Sc pada Seminar Pendidikan yang dilakukan siang hari tadi (Kamis, 07/02.2019). Sebagai penutup seminar itu, Najib Mubarak berpesan putus asa dalam sekkolah itu hal yang biasa, tapi jangan pernah putus asa dalalm belajar. (RLP)
Dian Marta

Pengenalan Imlek di PAUD Labschool Unnes

Suasana apel pagi siswa PAUD Labschool Unnes/ medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Pagi ini lobi PAUD Labschool Unnes didominasi warna merah. Ada yang berpakaian merah, topi merah, jilbab merah, rok merah, dan celana merah. Ada apa dengan si merah? 

Hari ini Rabu, 6 Februari 2019 PAUD Labschool Unnes di bawah pimpinan Miss Ismu akan mengenalkan salah satu hari besar agama yang diakui oleh bangsa Indonesia. Ya, pagi ini adik-adik PAUD Labschool Unnes akan memperingati Tahun Baru Imlek. 

Kegiatan di awali dengan apel bagi dan penghormatan terhadap sang saka merah putih. Meskipun masih kecil, tapi anak-anak sangat perlu dikenalkan pada karakter nasionalisme. Pentingnya nasionalisme di tengah digitalisasi harus dijaga. Tanpa nasionalisme, jati diri bangsa akan terancam luntur pada perkembangan zaman. Padahal, sejauh apapun kaki melangkah. Maka di rumah sendirilah kita akan kembali pulang dan melepas kelelahan.

Nasionalisme merupakan salah satu karakter yang dikembangkan dalam program Penguatan Pendidikan Karakter yang saat ini ramai digaungkan pemerintah. Selain nasionalisme memang ada karakter lain yang juga dikembangkan seperti religiusitas, mandiri, gotong royong, dan integritas.

  
Adik Sastra Mengambil Angpau/medialiterasiguru.com
Dalam peringatan ini anak-anak diberi kesempatan untuk memilih angpao. Angpao itu akan ditukarkan  dengan hadiah yang  sudah disiapkan oleh Miss.  Anak-anak sangat bahagia menerima bingkisan cokelat yang berisi berbagai macam mainan itu.

Selain mendapat angpao, anak-anak juga dikenalkan pada kudapan khas Imlek. Apa yang spesial? 
Kudapan itu disiapkan oleh pihak sekolah melalui jalinan kerjasama dengan orang tua. Dari rumah anak-anak sudah menyiapkan berbagai kudapan khas Imlek seperti kue keranjang, kue, jeruk, coklat, dan jajanan lainnya. Di sekolah jajanan itu dijadikan satu kemudian anak-anak dilatih untuk memilih makanan yang mereka suka-suka.

Banyak kejadian lucu saat anak-anak harus mengambil kudapan sendiri. Ada yang bingung memilih kudapan karena banyaknya pilihan, ada yang pegang piring kertasnya miring, ada yang kudapannya jatuh, bahkan ada pula yang mengambil kudapan banyak. Hehehe .... 
Dengan lahapnya, anak-anak menyandap kudapan dan nasi yang sudah disiapkan oleh panitia. Pagi itu sangat dinikmati anak-anak dengan maksimal. (DM)

Kelompok Jahe Bersama Mr.Jefri Tri Yuniarto / www.medialiterasiguru.com



Dian Marta

Eksplorasi Kue Keranjang Siswa SD

Kegiatan Menikmati Kue Keranjang/ medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Sesungguhnya literasi dapat berkembang dengan baik jika ia dibiasakan dalam komunitas yang tepat. Di tengah perkembangan global yang begitu cepat, sangat penting bagi siswa mengenal kebudayaan di lingkungan sekitar. Kebudayaan yang dimaksud di sini tidak hanya kesenian "asli" daerah. Namun juga termasuk berbagai kesenian, kuliner, dan adat istiadat sebagai hasil dari akulturasi budaya. 

Literasi budaya diartikan sebagai kemampuan dalam bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Indonesia adalah neagra yang sangat kaya. Berbagai kebudayaan dimiliki oleh negara kita tercinta. Oleh karena itu, diversitas yang menjadi harta kekayaan bangsa ini hendaknya dikelola dan dilestarikan dengan baik.

Dalam peringatan Imlek tahun ini Dian Marta Wijayanti mencoba mengajak anak didiknya untuk mengeksplorasi kue keranjang. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi Dian melakukan kegiatan ini. Pertama, Dian ingin siswa-siswinya mengenal berbagai peringatan agama yang ada di negara Indonesia. Dengan mengenal berbagai macam peringatan agama, diharapkan mampu meningkatkan rasa toleransi antar siswa. Kedua, masih ada beberapa siswa yang belum pernah menyantap kue keranjang. Guru kelahiran Januari 1992 ini ingin memberikan pengalaman baru bagi anak-anak ideologisnya. Meskipun hanya segelintir kue, paling tidak anak-anak sudah pernah merasakan manisnya kue khas Imlek tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu(6/2/2019) itu tidak hanya sebatas menyantap kudapan bersama. Namun siswa juga diajak mempelajari bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue keranjang. Siswa juga diarahkan untuk lebih mencintai kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Siswa yang mendapat jatah piket kebersihan pada hari tersebut juga mendapat tanggung jawab untuk membersihkan piring-piring yang digunakan untuk wadah makanan. Berbagi itu indah dan bahagia itu sederhana. Salam literasi (DM)





Rabu, 06 Februari 2019

Dian Marta

Lirik "MARS PPK"



Gerakan nasional revolusi mental
Membangun karakter generasi gemilang
Menuju kebangkitan generasi emas
Bagi manusia Indonesia

Melalui pendidikan nasional
Tumbuh kembangkan moral etika bangsa
Berbudi pekerti akhlak yang mulia
Siswa berkarakter Indonesia

Religius hidupnya
Nasionalis jiwanya
Integritas jadi tujuannya
Mandiri hidupnya
Gotong royong semangatnya
Persatukan bangsa Indonesia

Melalui pendidikan nasional
Tumbuh kembangkan moral etika bangsa
Berbudi pekerti akhlak yang mulia
Siswa berkarakter Indonesia

Religius hidupnya
Nasionalis jiwanya
Integritas jadi tujuannya
Mandiri hidupnya
Gotong royong semangatnya
Persatukan bangsa Indonesia

Selasa, 05 Februari 2019

Dian Marta

Lomba Menulis Puisi dan Cerpen 2019 Terbaru

Medialiterasiguru.com - Sahabat medialiterasiguru.com, berikut adalah info lomba menulis puisi dan cerpen 2019 terbaru. Yuk, saatnya berkompetisi. Penerbit Gerbang Pustaka di bulan ini menyelenggarakan lomba menulis puisi dan cerpen bagi siapa saja yang berminat. Tema yang diusung pun menarik. "Tulisanku adalah Diriku". Tema ini memberikan ruang bagi penulis untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan, baik itu puisi maupun cerpen. 

Senin, 04 Februari 2019

Dian Marta

Inovasi Menulis Puisi dengan Metode Suggestopedia

Cover Kumpulan Puisi/medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.comMinat dan kemampuan menulis puisi pada siswa SD khususnya di kelas V selama ini masih rendah. Puisi dianggap sebagai materi pembelajaran yang sulit. Kesulitan itu muncul karena pembelajaran menulis puisi cenderung monoton, kaku, tidak variatif dan tidak ada sugesti positif kepada mereka.  Metode pembelajaran puisi yang konvensional dan tidak menyesuaikan zaman menjadi sumber kesulitan dalam pembelajaran menulis puisi. Peserta didik belum mampu memilih kata, frasa, kalimat indah dan bermakna. Sebagian besar peserta didik hanya menulis bait puisi sebagai formalitas tugas dari guru. 

Berdasarkan hambatan tersebut, pendidik perlu mencari metode yang tepat dan bernas. Alternatif metode yang dapat dipilih adalah metode suggestopedia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi dengan lingkungan. Salah satu alat interaksi manusia adalah bahasa. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan ide, gagasan, perasaan, dan juga keinginan. Begitu pula dengan minat literasi harus dimunculkan sejak dini. Kecintaan anak
Dian Marta

Poetry "Mom and Daughter"

Mom and daughter/medialiterasiguru.com

By:
D.Marta

Everybody has mom
Mom is the first person who we meet when we born in the world
Mom is the first person who hears our crying
She always accompany us
Phisically and mentally

I have a mom
and Now I become a Mom
I am a Mom for my daughter
Sastra, is her name
She is cute girl
She can't be far from me

In her exhaustion, she hugs me
In her thirst, she groanes
"Mommy, mommy, mommy
Come to me please"
She waves

Sastra, you are my light
You light my life
I am nothing about you
Just you, my reason for survive


Sabtu, 02 Februari 2019

Dian Marta

Guru SD Sampangan 01 Ikuti Workshop Game Mobile Android

Kegiatan Workshop Game Mobile Android/medialiterasiguru.com

medialiterasiguru.com- Minggu 3 Februari 2019 ratusan guru mengikuti workshop Game Mobile Andoid yang diselenggarakan oleh Ahli Media. Kegiatan ini dilaksanakan di kota Lumpia Semarang. Untuk mendongkrak kualitas SDM Guru, pemberian pelatihan memang wajib dilakukan. Pasalnya, tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang mengikuti perkembangan zaman, guru akan tertinggal oleh waktu. Dalam hal ini Dian guru SDN Sampangan 01 berkesempatan mengikuti workshop ini.