Selamat Datang Sahabat Media Literasi Guru. Yuk, kirim tulisanmu ke medialiterasiguru@gmail.com dan konfirmasikan karyamu di 081225183113

Jumat, 04 Januari 2019

Dian Marta

Bahan Ajar Berbasis Etnosains

 Dian Marta Wijayanti

medialiterasiguru.com.- Pada kegiatan Seminar Nasional (Semnas) 2 bulan Oktober lalu, saya lolos sebagai salah satu pemrasan banner. Di kegiatan tersebut, saya mengambil tema tulisan tentang Penguatan Keterampilan Abad 21. Seperti yang telah kita ketahui dalam abad 21 termuat istilah 4 C yang terdiri atas (critical thinking, creative, collaborative, communicative). 
Bahan ajar merupakan unsur penting dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di kelas. Pendekatan tematik yang dikembangkan dalam kurikulum 2013 hadir seperti 2 sisi mata uang. Meskipun buku guru dan buku siswa telah dikemas secara komunikatif. Namun praktiknya muatan-muatan pelajaran masih susah untuk disampaikan secara holistik. Jembatan antar muatan pelajaran masih saja terlihat meskipun sudan mengikut ialur dari buku guru.
Buku siswa yang digunakan dalam kurikulum 2013 sebenarnya sudah banyak mengambil nilai-nilai budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Hal itu merupakan salah satu bentuk untuk mengenalkan budaya bangsa Indonesia. Namun yang jadi permasalahan adalah ada banyak lagu-lagu daerah yang tidak dikuasai guru khususnya di Semarang. Tidak hanya lagu, kebudayaan lainnya pun terkadang guru perlu menggali lebih dalam agar saat menyampaikan kepada siswa tidak terlihat kebingungan. Produk yang akan dikembangkan dalam makalah ini merupakan bahan ajar pendukung yang disusun dengan basis etnosains kota Semarang. Tujuannya adalah selain budaya nusantara yang dikuasai, pengetahuan siswa tentang kebudayaan sendiri juga bias lebih kompleks.
Pembelajaran dalam kurikulum 2013 berbasis etnosains mampu menjembatani antara budaya siswa dengan budaya ilmiah di sekolah. Hal itu dianggap mampu mewujudkan proses perkembangnya kualitas diri siswa sekolah dasar sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. Asumsi ini diyakini akan menjadi faktor utama bagi tumbuh kembangnya bangsa. Guru sebagai pemeran utama pendidikan harus tanggap terhadap perkembangan budaya dan kearifan lokal, teknologi dan seni yang ada di sekitarnya. Desain pembelajaran seperti ini memotivasi keingintahuan tentang budaya lingkungannya. Pembelajaran yang efektif tentu mampu mengonstruksikan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran sekaligus bertanggung jawab atas pelestarian dan konservasi nilai nilai luhur kepada kemampuan peserta didik.
Evaluasi dari kelemahan banner yang saya gunakan pada presentasi ini adalah 
1. Ada bagian yang tidak lengkap, seperti "manfaat, simpulan, dan juga saran)
2. Foto produk bahan ajar kurang jelas
3. Kurang komunikatif
Kelemahan-kelemahan banner ini saya bandingkan dengan tampilan banner-banner peserta lain, terutama dari para pemenang. Dari proses evaluasi tersebut dapat saya jadikan pelajaran untuk pembuatan banner presentasi berikutnya.

Dian Marta

About Dian Marta

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :