Selamat Datang Sahabat Media Literasi Guru. Yuk, kirim tulisanmu ke medialiterasiguru@gmail.com dan konfirmasikan karyamu di 081225183113

Sabtu, 23 Februari 2019

Dian Marta

Tutup Pergamanas 2019, Sakoma NU Umumkan Juara Tingkat Jateng

Penutupan Pergamanas 2019/ www.medialiterasiguru.com

medialiterasiguru- Sako Ma'arif NU Se Jawa Tengah telah berhasil menyukseskan agenda Pergamanas II tahun 2019 di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur sejak Senin (19/2/2019). Hal itu ditandai dengan penutupan internal oleh Sakoma NU Jateng bersama peserta dan Pinkon se Jawa Tengah, Sabtu malam (23/2/2019) tepat pukul 19.35 WIB di depan tenda putra kontingan Brebes.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menegaskan bahwa ada maksud besar dalam Pergamanas II 2019 tersebut. Pertama adalah mendorong dan menumbuhkembangkan semangat persatuan dan kesatuan bela negara, nasionalisme, sebagai karakter bangsa di lingkungan LP Ma'arif NU.

Kedua, mewujudkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam menolong sesama bangsa. "Ini adalah momentum yang adik-adik dapat, dan nasionalisme. Ini jangan sampai sia-sia, karena momentum ini menjadi penguatan Aswaja Annahdliyah," kata dia.

Sakoma NU Jateng, kata dia, insyaallah Sakoma NU Jateng akan menggelar kemah sendiri. "Kami mengapresiasi juga kepada Sakoma Banyumas yang sudah mendapat penghargaan dari Sakoma NU PP LP Ma'arif NU," kata dia.

Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas semangat semua Sakoma NU Se Jateng yang telah menyukseskan Pergamanas II tahun 2019. "Kami atasnama Sakoma dan LP Ma'arif NU Jateng mohon pamit semoga selamat sampai tujuan," beber dia.

Untuk kejuaraan tingkat Jawa Tengah, Lomba K3 Pertendaan Putra didapat Juara I Banyumas, Juara II Jepara (Balekambang), Juara III Temanggung.

Lomba K3 Pertendaan Putri Juara I Temanggung, Juara II Kabupaten Semarang, Juara III Banyumas. Untuk Kuliner Nusantara, Juara I Kabupaten Semarang, Juara II Jepara (Balekambang), Juara III Brebes.

Lomba Karnaval Budaya, Juara I Jepara, Juara II Kabupaten Magelang, Juara III Temanggung. Untuk peserta terbanyak, pertama Brebes, kedua Magelang, ketiga Jepara.

Mereka mendapatkan penghargaan dari Sakoma NU Jateng yang diberikan langsung di akhir penutupan. (Ibda).
Dian Marta

Temanggung Juara II Lomba Kuliner Nusantara Pergamanas 2019

Kuliner Nusantara Pergamanas 2019

Cibubur - Dalam perlombaan Kuliner Nusantara Pergamanas II tahun 2019, kontingan Sakoma NU Jawa Tengah yang diwakili kontingen Sakoma NU Temanggung berhasil menjadi Juara II tingkat nasional.

"Alhamdulillah, Lomba Kuliner Nusantara sudah diumumkan Panitia Pergamanas II tahun 2019. Juara kuliner pertama dari Bandung, kedua Temanggung dan ketiga Surabaya," kata Ahmad Muzammil Bendaraha LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Sedangkan Juara Harapan, yaitu Harapan I Jepara, Harapan II Kendal dan Harapan III Maluku Utara.

"Kami dari Sakoma NU Jateng bersyukur karena perwakilan Jateng diwakili tiga daerah dalam lomba tingkat nasional ini," kata pria asal Demak tersebut.

Pihaknya juga menambahkan, Sakoma NU Jateng menggelar lomba kuliner sendiri untuk semua perwakilan kabupaten dan kota se Jateng. Pihaknya juga berharap, Sakoma NU Jateng akan Juara Umum pada pengumuman yang dilakukan nanti malam atau besuk Ahad 24 Februari 2019 besuk. (Ibda).

Rabu, 20 Februari 2019

Dian Marta

Pentas Seni Pergamanas, Sakoma NU Jateng Tampilkan Tari Suluk

Tari Suluk dalam Pergamanas II tahun 2019 / medialiterasiguru.com


medialiterasiguru - Rabu malam (20/2/2019), sejak pukul 19.30 WIB dipenuhi ribuan putra-putri peserta Pergamanas dari Kontingan Sakoma seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Tim Sakoma NU Jateng berkesempatan menampilkan Tari Suluk ciptaan Kak Dana. Dalam kesempatan itu, Tari Suluk memukau penonton dari berbagai daerah.

Pimpinan Kontingen (Pinkon) Putra Sakoma NU Jateng, Ahmad Haryanto menjelaskan bahwa Tari Suluk dipersiapkan untuk mewakili Jawa Tengah dalam even nasional tersebut.
"Tari Suluk terdiri atas enam orang penari.
Tari Suluk ini menggambarkan kepada semua orang, untuk tidak bisa berdiam diri," beber dia kepada awak media.

Meski demikian, menurut dia, mereka tetap harus berjuang walaupun tidak dalam keadaan berperang melawan penjajah. Karena perjuangan di dalam tari suluk adalah perjuangan melawan angkara murka yang ada di dalam setiap manusia," kata dia.

Oleh karenanya, lanjutnya, kita sebagai manusia harus bisa melawan hawa nafsu dan keangkaraan murka yang ada.

Dalam kesempatan itu, Ketua LP Ma'arif NU Jateng R. Andi Irawan, secara langsung terjun ke lokasi pentas seni. Ia didampingi Wakil Ketua LP Ma'arif NU Jateng Fakhrudin Karmani, Bendahara LP Ma'arif NU Jateng Ahmad Muzammil, Bidang Diklat dan Litbang LP Ma'arif NU Jateng Hamidulloh Ibda dan Bidang Kerjasama Antar Lembaga LP Ma'arif NU Jateng Miftahul Huda.

"Pentas kali ini luar biasa. Saya berharap adik-adik dari Jateng, Pinkon, dan semua kakak pembina tetap semangat sampai hari terakhir dan kita dapat juara umum," harap dia. (Ibda).

Selasa, 19 Februari 2019

Dian Marta

Pergamanas 2019

Di Lokasi Pergamanas, Sakoma LP Ma'arif NU Jateng Kerja 24 Jam / www.medialiterasiguru.com
Cibubur - Beberapa bulan sebelum dilepas Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (18/2/2019), tim Sako Ma'arif NU Jawa Tengah bekerja maksimal menjadi tangan panjang antara panitia pusat dan cabang kabupaten / kota dalam menyukseskan Pergamanas II tahun 2019 di Buperta Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Sejak di lokasi Pergamanas II, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 23.45 WIB, tim Sako Ma'arif NU Jawa Tengah langsung menyambut dan mengawal kedatangan tim Sakoma NU Cabang se Jawa Tengah yang datang sampai Selasa (19/2/2019) pukul 06.32 WIB. Mereka bekerja 24 jam nonstop tanpa istirahat, karena sifatnya bekerja bersama dan maju bersama.

Ketua Sakoma NU Jateng, H. Shobirin dalam rapat internal, Selasa (19/2/2019) pagi, menegaskan bahwa sifat LP Ma'arif NU Jateng menjadi fasilitator dan melayani Sakoma cabang agar sukses mengikuti Pergamanas tersebut. "Kami menyiapkan apresiasi sendiri bagi peserta cabang yang benar-benar sesuai kriteria," bebernya.

Pihaknya mengatakan, tim Sakoma NU Jateng disebar di tempat pintu masuk Buperta, lokasi perkemahan putra dan putri. Modelnya, kata dia, tim ada yang menjemput dan ada yang mengantar sampai lokasi.

Sampai Selasa (19/2/2019) sampai pukul 04.45 WIB, daftar kontingen Jateng yang sudah datang yaitu Jepara, Sragen, Blora, Pati, Wonosobo, Batang, Klaten, Semarang, Pemalang, Salatiga, Kendal, Tegal, Sragen, Kudus, Kebumen, Temanggung, Rembang, Demak, Kabupaten Pekalongan, Brebes, Grobogan, Lasem dan Purbalingga, serta lainnya.

Dalam rapat itu, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan juga menegaskan bahwa nanti ada kunjungan dari Rais Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jateng selama Pergamanas berlangsung. Pihaknya mengatakan bahwa Pergamanas menjadi even nasional untuk menunjukkan kualitas dan kekompakkan kontingen Sakoma NU se Jateng. (Ibda).
Dian Marta

Jadwal Pelaksanaan SKD PPPK Kota Semarang 2019


medialiterasiguru- Menindaklanjuti Keputusan Walikota Semarang Nomor 800/497 tanggal 19 Februari 2019 tentang Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Pemerintah Kota Semarang Tahun 2019 kepada pelamar yang dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi berhak untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Pemerintah Kota Semarang Tahun 2019 bertempat di SMK Negeri 7 Semarang Jalan Simpang Lima Semarang dilaksanakan hari Sabtu, 23 Februari 2019, sesuai daftar terlampir.
2. Peserta wajib mencetak kartu seleksi melalui laman https://sscasn.bkn.go.id/
3. Peserta wajib membawa Kartu Seleksi dan Kartu Tanda Penduduk Asli (KTP)/ Surat Perekaman Kependudukan Asli yang masih berlaku untuk menghindari perjokian
4. dan seterusnya klik link di bawah ini

(DM)
Dian Marta

Hasil Seleksi OSN Tahap I 2019 di Kota Semarang

Undangan Seleksi OSN Tahap II Tingkat Kota Semarang/ www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru- Minggu lalu tepatnya Selasa, 12 Februari 2019 Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan serentak menyelenggarakan seleksi Olimpiade Sains Nasional di 16 titik kecamatan. Meskipun dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan, namun peringkatan hasil seleksi tidak lagi per kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Siswa akan dirangking secara global tingkat kota.

Pada tahap pertama dipilih 150 peserta putra MAT dan 150 peserta putri MAT. Begitu pula dengan OSN IPA nya. Siswa dengan peringkat 150 besar otomatis akan menjadi peserta OSN tahap II yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23Februari 2019 di SMP N 21 Semarang.

Lima Siswa SDN Sampangan 01 Gajahmungkur lolos pada seleksi OSN tahap 1 kota Semarang. Untuk OSN Matematika ada Ferdino Suryo Saputro dan Tristan Neo Andira. Sedangkan pada OSN IPA ada F.Ariani Wahyu Kinanti, Vanesya Aurel Christanti, dan Qibran Gusnu Kurniawan.

Kepada pembimbing OSN sekolah (Dian Marta W dan Fuji Setya L) Siti Rochajati (KS) berpesan untuk tetap solid dalam membimbing anak-anak dalam seleksi tahap berikutnya. 

Sekolah masih mempunyai waktu 3 hari untuk anak-anak yang lolos seleksi tahap 1. Dengan pembimbingan yang intens dan terstruktur pasti hasilnya juga akan lebih baik. "Yang penting sudah usaha maksimal. Adapun hasil kita serahkan pada yang Maha Kuasa"  tutur kepala sekolah SDN Sampangan 01 itu. (DM)

IPA Putra

IPA Putri

Mat Putra

Mat Putri

Senin, 18 Februari 2019

Dian Marta

Taman Indonesia Kaya, Objek Wisata Baru di Semarang

Gemerlap "Taman Indonesia Kaya" Semarang/ www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com- Salam sejahtera bagi seluruh sahabat MLG. Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, Semarang menyuguhkan objek wisata baru yang tidak kalah dengan tempat wisata di ibukota negara maupun di luar negeri. Objek wisata ini didesain secara elegan, tanpa tiket, dan tentunya merakyat. Siapaun berhak dan diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ini. Tidak hanya orang tua, anak-anak maupun remaja pun cocok untuk menghabiskan waktu malamnya.

Semarang menyebutnya "Taman Indonesia Kaya". Untuk kamu yang tidak berdomisili di Semarang, menemukan Taman Indonesia Kaya sangatlah mudah. Objek ini terletak tepat di depan SMA Negeri 1 Semarang atau biasa dikenal dengan Taman KB. Ya, di tempat ini memang ada patung logo KB yang dihias dengan lampu-lampu cantik.

Tidak perlu menunggu malam Minggu untuk menikmati objek wisata Taman Indonesia Kaya. Kapan pun senggang, monggo jangan lupa mampir di tempat wisata yang dipenuhi lampu-lampu gantung serta kursi taman yang di desain sangat cantik dan romantis. Khususnya bagi bapak ibu guru, tempat ini sangat cocok untuk mencari inspirasi malam dan mengurai kepenatan dalam bekerja.

Di sini juga disediakan panggung serba guna yang bisa dipakai siapapun untuk menunjukkan talenta atau sekadar mempertunjukkan bakat di hadapan khalayak ramai. Tidak perlu bagi kita merogoh kocek banyak untuk menghibur diri bukan? Kita hanya perlu membayar 2.000 untuk bapak tukang parkir yang menjaga keamanan kendaraan bermotor kita. Atau mungkin sekitar 3.000 jika kita pergi ke sana dengan mobil.

Selain panggung, lampu-lampu, serta kursi taman. Kita juga dapat melihat air mancur yang sudah dilengkapi dengan lampu berarna-warni. Jika berdiri di dekatnya jangan takut terkena cipratan airnya ya. So pasti kita tidak akan kecewa kalau berkunjung di objek wisata yang dekat dengan pusat kota.

Bagi kamu yang suka kuliner, Taman Indonesia Kaya juga menyediakan puluhan warung kuliner yang siap dipilih dan dikunjungi oleh Bapak/Ibu. Ada bakso, soto, tahu gimbal, penyetan, batagor, cilok, lontong, sate, ramesan, dan lain sebagainya.

Selain makanan ada juga berbagai souvenir khas Semarang yang ditawarkan untuk pengunjung. Bersama rakyat, Semarang hebat. (DM)

Sabtu, 16 Februari 2019

Dian Marta

LPTNU Dorong Kampus NU Lahirkan Profesor


medialiterasiguru.com - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan harga tawar perguruan tinggi, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dipandang perlu memberikan kesempatan yang besar kepada dosen untuk mengurus kepangkatan sesuai dengan jenjang karier yang ada.

Hal tersebut disampaikan dalam rakornas dan seminar PTNU se Indonesia yang berlangsung sejak 15 Februari 2018 hingga besuk 17 Februari 2019 di Hotel Prama Grand Preanger Bandung yang digelar dalam rangka menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang bertajuk "Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan PTNU dalam Menghadapai Revolusi Industri 4.0".

Sedikitnya, ada 500 peserta dari Pengurus Pusat LPTNU, Pengurus Wilayah LPTNU dan 250 PTNU se Indonesia hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional LPTNU, di Hotel Prama Grand Preanger Bandung, yang dibuka sejak Jumat (15/2/2019).

Kegiatan itu dibuka Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc., Ph.D dan diisi Direktur Karir Dosen Kemenristek dikti Prof. Dr. Bunyamin Maftuh. Pihaknya menyampaikan sedikitnya ada 83.881 dosen yang belum memiliki Jafung.

“Selama ini kita bisa melihat bahwa masih banyak keengganan para dosen untuk mengurus kenaikan pangkat dan golongan. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi karena masih ada stigma bahwa mengurusnya sulit dan juga masih menilai PTNU tidak menjanjikan pada sisi masa depan,” ujar dia.

Jika kita kaji lebih mendalam, kata dia, banyak temuan/ faktor yang akan didapat dilapangan. Salah satu simpulan penting dalam masalah ini menunjukkan bahwa sumber daya dosen dilingkungan PTNU menunjukkan disorientasi yang cukup mengkhawatirkan. “Pada akhirnya perguruan tinggi perlu membuat sebuah aturan yang jelas dan mengikat disoal kualitas dan komitmen dosen itu sendiri.  Pada kesimpulan akhir PAK menjadi rumus kemajuan dosen dan kampus,” lanjut dia.

Sedangkan Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc., Ph.D menambahkan, bahwa sudah saatnya PTNU berusaha untuk merubah paradigma berfikir dari sebelumnya. "Kementerian masih mengkaji jika dosen tidak berusaha untuk mengurus kepangkatan maka kemungkinan besar kita akan mencabut NIDN yang bersangkutan, karena jika dibiarkan berlarut akan membahayakan beradaan institusi perguruan tinggi itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap PTNU jangan hanya menempatkan ilmu agama saja dalam masing masing jurusan. Perlu juga untuk berubah atau menambah jurusan saint dan teknologi sebagai prodi baru untuk menangkap kebutuhan masyarakat secara umum.

Di samping hal tersebut karena melihat peta perkembangan sumber daya manusia didunia sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seperti contoh bahwa Jepang sudah membuat master plan jangka panjang dengan menerapkan Revolusi Industri 5.0 sedangkan Indonesia sedang masuk dalam Revolusi Industri 4.0.

Dalam kesempatan itu, STAINU Temanggung turut menyukseskannya dengan menghadiri forum besar tersebut yang diwakili Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAINU Temanggung Khamim Saifuddin dan Kaprodi Hukum Keluarga Islam STAINU Temanggung Sumarjoko.(HI).
Dian Marta

Al Madina, TK Islam Favorit di Sampangan Semarang

Buku Panduan TPA-KB-TK-SD-SMP Islam Al Madina Semarang/ medialiterasiguru.com

medialiterasiguru.com- Selamat pagi sahabat media literasi. Hari ini media literasi guru akan mencoba memberikan solusi bagi sahabat-sahabat yang bingung mencarikan tempat belajar untuk Ananda tercinta.

Salah satu TK di daerah Sampangan yang menyeediakan fasilitas pembinaan agama usia dini adalah TK Al Madina. Sekolah ini beralamat di Jalan Menoreh Utara IX No. 57 Sampangan Semarang, Telp. 024-8505219.

"Mendidik Generasi Berkarakter Cerdas, Berbasis Al Qur'an, Berwawasan Entrepreneur" adalah motto yang diusung oleh yayasan ini.

Pada tahun ajaran 2019-2020 ini Kurikulum TK Islam Al Madina meliputi suatu integrasi (kesatuan padu antara kurikulum KBK, KTSP, BCCT) dengan penjiwaan agama beserta nilai-nilai pendidikan Islam dan kurikulum khusus Al Madina terakreditasi A, yang meliputi:

KELOMPOK A
A. Agama Islam
1. Pendidikan Aqidah
   - Mengenal Allah melalui sifat dan karya cipta-Nya
   - Mengenal 5 Malaikat Allah
   - Mengenal Nabi dan Rasul Allah (Ulul Azmi)
2. Pendidikan Ibadah
   a. Al Quran
      - Surat Al Fatihah - Al Kafirun
      - Surat An Naas - Al Ma'un
      - Surat Al Falaq - Al Quraisy
      - Surat Al Ikhlas - Al Fil
      - Surat Al Lahab - Al Humazah
      - Surat An Nasr - Al Asr
      - Surat Al Kafirun - At Takasur
   b. Al Hadist
      - Belajar Al Quran
      - Kasih sayang
      - Persaudaraan
      - Kebaikan
      - Larangan marah
      - Menutup aurat
      - Keutamaan salam
      - Shalat tiang agama
      - Kebersihan
      - Surga di bawah telapak kaki ibu
      - Adab makan
      - Menuntut ilmu
      - Malu
      - Senyum shadaqoh
   c. Doa sehari-hari
      - Sebelum belajar
      - Sebelum makan
      - Masuk kelas/rumah
      - Masuk WC
      - Keluar WC
      - Sebelum tidur
      - Bangun tidur
      - Kebaikan dunia akhirat
      - Orang tua
      - Naik kendaraan
      - Niat wudhu
      - Masuk masjid
      - Keluar masjid
      - Mohon kemudahan
Selain yang tertulis di atas ada pula kurikulum akhlaqul karimah, bahasa, daya pikir, dan keterampilan motorik/jasmani. Info selengkapnya dapat mengunjungi link berikut ini: www.almadina.or.id
Semoga bermanfaat
     

Jumat, 15 Februari 2019

Dian Marta

Metodologi Penelitian Sastra

Sampul Buku Metodologi Penelitian Sastra oleh Jabrohim / www.medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com- Penelitian bisa dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, tapi juga menjenuhkan. Penelitian yang menyenangkan terjadi saat peneliti benar-benar menikmati tahapan-tahapan yang telah disusun dalam metodologi penelitiannya. Sedangkan penelitian yang menjenuhkan adalah penelitian yang tidak efektif dan adanya ketidaktercapaian tujuan penelitian.
Penelitian tidak dapat dilaksanakan begitu saja tanpa adanya perencanaan yang matang. Maka tidak salah jika sebelum laporan penelitian dibuat, disusunlah terlebih dahulu proposalnya. Dalam meneliti, terutama dalam penelitian sastra. Masih banyak kebingungan yang dirasakan oleh penulis. Apalagi jika penelitinya itu guru SD yang secara basic tidak memiliki kepiawaian khusus dalam hal kesastraan. Oleh karena itu penelitian sastra banyak dihindari oleh guru SD.
Berdasarkan pengalaman dari penulis sendiri yang pernah mencoba meneliti tentang penggunaan kata tanya Adiksimba (Apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) dengan bantuan media kartu, penulis banyak menemukan masalah. Beberapa masalah yang muncul ternyata berasal dari sumber yang sama. Sumber itu ada penyusunan langkah-langkah penelitian yang kurang tepat sasaran. Dampak yang muncul adalah peneliti mengalami kesulitan dalam hal pengambilan data. Untuk itu, penting bagi seorang penulis yang ingin meneliti sastra untuk mempelajari buku ini.
Metodologi penelitian sastra yang penulis sampaikan dalam artikel ini bersumber dari buku "Metodologi Penelitian Sastra" yang disusun oleh Jabrohim bekerjasama dengan Penerbit PT. Hanindita Graha Widia Yogyakarta. Pada cetakan pertama (April, 2001) buku ini sudah banyak diminati pembaca karena kontennya yang sangat bermanfaat.
Buku yang disusun oleh beberapa penulis ini membahas tentang
1. Penelitian Sastra: Tinjauan tentang teori dan metode sebuah pengantar
2. Langkah-langkah penyusunan rancangan penelitian sastra
3. Latar belakang masalah dan tujuan penelitian dalam penelitian sastra
4. Kerangka teoretik, identifikasi variabel, dan hipotesis dalam penelitian sastra
5. Populasi dan sampel dalam penelitian sastra
6. Populasi dan sampel dalam penelitian sastra
7. Petunjuk penelitian sastra dengan metode pendekatan tematis-filosofis
8. Analisis struktural: salah satu model pendekatan dalam penelitian sastra
9. Penelitian sastra dalam perspektif strukturalisme genetik
10. Strukturalisme dinamik dalam pengkajian sastra
Bagi Sahabat Literasi yang ingin mengetahui pengkajian buku ini lebih mendalam dapat mengunjungi perpustakaan maupun toko buku terdekat. Salam literasi. (DM)
Dian Marta

Dimana Kampus Pascasarjana Unnes yang Baru?

unnes.ac.id dok

medialiterasiguru.com- Halo, sahabat literasi. Apa kabarnya nih? Semoga baik-baik aja ya. Semoga kebahagiaan dan kesehatan senantiasa tertuju pada kita semua. Amin ya robbal alamin. 
Tulisan ini dilatarbelakangi dari banyaknya teman yang menanyakan posisi/letak kampus Pascasarjana Unnes yang baru. Dulu, kampus Pasca Unnes memang ada di daerah Bendan Ngisor. Tepatnya di samping kampus Stiepari. Namun sekitar 2 tahun ini, kampus itu telah berubah menjadi kampus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unnes. Sementara kampus pascasarjana dipindahkan di daerah Petompon. Alamat kampus pascasarjana yang baru adalah Jalan Kelud Utara III Petompon, Gajahmungkur Semarang.
Bagi sahabat literasi yang bingung mencari alamat ini, mudah saja solusinya. Sahabat bisa mencari titik RSUP Karyadi terlebih dahulu. Dari RSUP Karyadi teman-teman bisa mengambil arah barat (lampu merah Kaligarang) kemudian belok kiri (arah Unnes Sekaran). Kurang lebih 500 meter teman-teman akan sampai di kantor PDAM Tirta Moedal Semarang. Tepat di samping kantor tersebut ada jalan menuju arah timur. Jalannya memang agak sempit dan menanjak. Ikuti saja arah tersebut. Kurang lebih 500 meter teman-teman pasti bisa menemukan kampus Pascasarjana Unnes yang sedang dicari.
Perlu diingat, jika teman-teman mengambil dari arah seperti di atas dan ternyata kok jalan sampai Unnes Trade Center (UTC) atau SDN Petompon 02. Artinya, teman-teman harus berbalik arah karena jalan yang sedang dicari sudah terlewat. Selamat belajar dan salam literasi (DM)


Kamis, 14 Februari 2019

Dian Marta

Kak Roh Mendongeng di SDN Sampangan 01

Asyik bersama Kak Roh / www.medialiterasiguru.com

medialiterasiguru- Di bawah pohon mangga yang rindang pagi ini Jumat (15/2/2019) Kak Roh bersama yayasan Darul Quran berbagi motivasi di SDN Sampangan 01.
Pria bertopi copet itu menyampaikan motivasinya melalui dongeng-dongeng penuh nasihat. Kepiawaiannya dalam menguasai anak-anak dapat diacungi jempol. Siswa SDN Sampangan 01 berjumlah 400an itu bisa dikuasainya dengan sangat baik. 
Melalui dongeng anak-anak dapat mengambil nilai-nilai kehidupan. Seperti rasa syukur atas nikmat sehat yang diberikan Allah kepada umat manusia.
Kak Roh juga menceritakan tentang zaman sebelum dilahirkannya Al Quran yang penuh kegelapan dan penderitaan. Banyak kekejaman yang terjadi saat Al Quran belum menyinari dunia. Termasuk banyaknya bayi yang dibunuh ketika tidak diinginkan orang tuanya.
Kisah-kisah luar biasa itu disampaikan dalam candaan ringan dan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
"Nabi Muhammad diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan akhlak". 
Kak Roh pun menceritakan kesabaran Nabi Muhammad dalam mengubah kebiasaan kaum jahiliyah menjadi orang-orang baik.
"Sifat nabi Muhammad yang terkenal ada 4: sidiq, amanah, tablig, fathonah" disampaikan Kak Roh melalui nyanyian.
Melalui kesabarannya, banyak orang-orang jahat yang tobat dan perdamaian pun hadir setelah Al Quran diturunkan.
Untuk menarik perhatian siswa, kak Roh juga membawa boneka tangan dan tidak ketinggalan suara khasnya. Penampilan spektakuler Kak Roh itu ternyata memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa. Siswa dapat menerima nilai-nilai kebaikan dengan cara yang seru dan menyenangkan. Tentunya kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi siswa. Salam literasi. (DM)

Kamis, 07 Februari 2019

Dian Marta

Seminar Polemik Pendidikan NU

Seminar di STAINU Temanggung/medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Adalah kalimat pertama yang muncul dari Bapak Najib Mubarak, M.Sc sebagai pemateri Seminar Pendidikan “Polemik Pendidikan NU” yang dilaksanakan di Aula Kampus STAINU Temanggung, pada Kamis (07/02/2019). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tarbiyah dan beberapa pejabat penting  STAINU Temanggung

Kalimat tersebut muncul karena pada kenyataannya, pemahaman pelaku pendidikan sendiri mengalami penyempitan makna dari kata tarbiyah yang saat ini mengalami penyempitan seakan-akan menjadi ta’lim. Jika dibahasakan indonesiakan maka dari pendidik sekan menjadi pengajar, pengajar esensinya menjadi nilai (angka hasil belajar) dan bahkan lebih parah lagi pemaknaannya menjadi absen (dalam kelas) saja. Padahal sejatinya Tarbiyah itu adalah bermakna mendidik, yang memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia sepenuhnya, bukan hanya di sekolah, bukan hanya dalam tataran ilmiah, namun juga dalam segala aspek kehidupan individu itiu sendiri termasuk akhlak, ibadah dan ilmiahnya. Hal ini menjadi pembahasan yang menarik pada pelaksanaan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh HMJ Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama. Persoalan kita saat ini adalah adanya polemik dalam pendidikan di (lingkungan-red) NU.

“Sebagai praktisi pendidikan, setidaknya menurut saya, NU memiliki tujuh polemik pendidikan,” lanjutnya menerangkan. 

Di antaranya adalah, pertama, pendidikan dalam NU berangasur-angsur mengalami kehilangan jati diri”. “NU menjadi mayoritas di negara kita, namun dalam prosesnya, NU mengalami gejala-gejala kehilangan jati diri. Apakah jati diri NU itu? Jati diri NU adalah Pesantren,” kata dia.

Kedua, lanjut dia, NU harus mampu menjadi pengaman terciptanya iklim pendidikan yang sesuai dengan akar kehidupan dan sesuai dengan tujuan pendidikan. “Pada kenyataannya, ada sebagian masyarakat yang belum siap dengan arus perubahan jaman ini. Ada sebagian yang masih kolot dan eksklusif, namun di sisi lain ada yang sudah Inklusif dan mulai terbuka,” ujar dia.

Ketiga, sekolah dan guru, harus berangkat dari masyarakat. Guna menjaga martabat pendidik dan institusi pendidikan. Pada masa lampau, institusi bermula dari pengakuan masyarakat, dan pembangungannya baik secara sarana dan prasarana dilakukan oleh kekuatan pengakuan masyarakat. “Hal ini bertentangan dengan keadaan yang lumrah pada akhir-akhir ini, yaitu muncul banyak sekali institusi pendidikan (non-formal) yang muncul karena inisiatif sendiri (orang tertentu) yang telah selesai menempuh belajar dari pesantren-pesantren dan merasa mampu menjadi wakil mamsyarakat tempat ia tinggal,” paparnya.

Keempat, sekolah dan guru harus inklusif. Miskin dan keterbatasan bukan alasan untuk mengamputasi hak peserta didik dalam mengenyam pendidikan. “Artinya, sekolah harus benar-benar membuka diri sebagai tempat belajar tanpa dipengaruhi oleh hal-hal lain. Karena pada kenyataannya banyak sekali wali murid yang memiliki pandangan bahwa sekolah yang mahal, pasti lebih baik dari sekolah yang murah. Dan ketidak mampuan yang membayangi tersebut membatasi kesempatan belajar dari peserta didik,” tandas dia.

Kelima, pendidikan NU mengalami kemandegean karena adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Padahal sejatinya, kedua bidang ilmu tersebut bisa saling bersinergi untuk membentuk pribadi yang luhur sesuai tujuan pendidikan. “Lagipula, tidak dipungkiri bahwa tingkat keilmuan seseorang tidak menentukan nilai agamis seseorang itu sendiri. Bahkan ilmu umum, terkadang bisa membuat orang lebih agamis daripada ilmu agama itu sendiri,” beber dia.

Keenam, mayoritas dalam kuantitas, minoritas dalam kualitas. “Hal ini merupakan pekerjaan kita bersama sebagai jamaah. Masih terbuka besar peluang untuk memayoritaskan ke-minoritas-an kita, dengan mulai berbenah diri, dan melakukan perbaikan secara berjamaah,” lanjut dia.

Ketujuh, stigma yang berkembang dari latar belakang sejarah bahwa NU itu bermasalah pada sisi kedisiplinan, manajemen dan koordinasi. Padahal sebenarnya, kita sedang melakukan perubahan dan pergerakakn membangun. “Hal ini dibuktikan dengan digencarkannya kegiatan PKPNU yang tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas NU baik secara individu maupun secara jamaah, baik secara kultural maupun struktural,” katanya.

Itulah tujuh poin yang disampaikan oleh pemateri M. Najib Mubarak, M.Sc pada Seminar Pendidikan yang dilakukan siang hari tadi (Kamis, 07/02.2019). Sebagai penutup seminar itu, Najib Mubarak berpesan putus asa dalam sekkolah itu hal yang biasa, tapi jangan pernah putus asa dalalm belajar. (RLP)
Dian Marta

Pengenalan Imlek di PAUD Labschool Unnes

Suasana apel pagi siswa PAUD Labschool Unnes/ medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Pagi ini lobi PAUD Labschool Unnes didominasi warna merah. Ada yang berpakaian merah, topi merah, jilbab merah, rok merah, dan celana merah. Ada apa dengan si merah? 

Hari ini Rabu, 6 Februari 2019 PAUD Labschool Unnes di bawah pimpinan Miss Ismu akan mengenalkan salah satu hari besar agama yang diakui oleh bangsa Indonesia. Ya, pagi ini adik-adik PAUD Labschool Unnes akan memperingati Tahun Baru Imlek. 

Kegiatan di awali dengan apel bagi dan penghormatan terhadap sang saka merah putih. Meskipun masih kecil, tapi anak-anak sangat perlu dikenalkan pada karakter nasionalisme. Pentingnya nasionalisme di tengah digitalisasi harus dijaga. Tanpa nasionalisme, jati diri bangsa akan terancam luntur pada perkembangan zaman. Padahal, sejauh apapun kaki melangkah. Maka di rumah sendirilah kita akan kembali pulang dan melepas kelelahan.

Nasionalisme merupakan salah satu karakter yang dikembangkan dalam program Penguatan Pendidikan Karakter yang saat ini ramai digaungkan pemerintah. Selain nasionalisme memang ada karakter lain yang juga dikembangkan seperti religiusitas, mandiri, gotong royong, dan integritas.

  
Adik Sastra Mengambil Angpau/medialiterasiguru.com
Dalam peringatan ini anak-anak diberi kesempatan untuk memilih angpao. Angpao itu akan ditukarkan  dengan hadiah yang  sudah disiapkan oleh Miss.  Anak-anak sangat bahagia menerima bingkisan cokelat yang berisi berbagai macam mainan itu.

Selain mendapat angpao, anak-anak juga dikenalkan pada kudapan khas Imlek. Apa yang spesial? 
Kudapan itu disiapkan oleh pihak sekolah melalui jalinan kerjasama dengan orang tua. Dari rumah anak-anak sudah menyiapkan berbagai kudapan khas Imlek seperti kue keranjang, kue, jeruk, coklat, dan jajanan lainnya. Di sekolah jajanan itu dijadikan satu kemudian anak-anak dilatih untuk memilih makanan yang mereka suka-suka.

Banyak kejadian lucu saat anak-anak harus mengambil kudapan sendiri. Ada yang bingung memilih kudapan karena banyaknya pilihan, ada yang pegang piring kertasnya miring, ada yang kudapannya jatuh, bahkan ada pula yang mengambil kudapan banyak. Hehehe .... 
Dengan lahapnya, anak-anak menyandap kudapan dan nasi yang sudah disiapkan oleh panitia. Pagi itu sangat dinikmati anak-anak dengan maksimal. (DM)

Kelompok Jahe Bersama Mr.Jefri Tri Yuniarto / www.medialiterasiguru.com



Dian Marta

Eksplorasi Kue Keranjang Siswa SD

Kegiatan Menikmati Kue Keranjang/ medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.com - Sesungguhnya literasi dapat berkembang dengan baik jika ia dibiasakan dalam komunitas yang tepat. Di tengah perkembangan global yang begitu cepat, sangat penting bagi siswa mengenal kebudayaan di lingkungan sekitar. Kebudayaan yang dimaksud di sini tidak hanya kesenian "asli" daerah. Namun juga termasuk berbagai kesenian, kuliner, dan adat istiadat sebagai hasil dari akulturasi budaya. 

Literasi budaya diartikan sebagai kemampuan dalam bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Indonesia adalah neagra yang sangat kaya. Berbagai kebudayaan dimiliki oleh negara kita tercinta. Oleh karena itu, diversitas yang menjadi harta kekayaan bangsa ini hendaknya dikelola dan dilestarikan dengan baik.

Dalam peringatan Imlek tahun ini Dian Marta Wijayanti mencoba mengajak anak didiknya untuk mengeksplorasi kue keranjang. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi Dian melakukan kegiatan ini. Pertama, Dian ingin siswa-siswinya mengenal berbagai peringatan agama yang ada di negara Indonesia. Dengan mengenal berbagai macam peringatan agama, diharapkan mampu meningkatkan rasa toleransi antar siswa. Kedua, masih ada beberapa siswa yang belum pernah menyantap kue keranjang. Guru kelahiran Januari 1992 ini ingin memberikan pengalaman baru bagi anak-anak ideologisnya. Meskipun hanya segelintir kue, paling tidak anak-anak sudah pernah merasakan manisnya kue khas Imlek tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu(6/2/2019) itu tidak hanya sebatas menyantap kudapan bersama. Namun siswa juga diajak mempelajari bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue keranjang. Siswa juga diarahkan untuk lebih mencintai kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Siswa yang mendapat jatah piket kebersihan pada hari tersebut juga mendapat tanggung jawab untuk membersihkan piring-piring yang digunakan untuk wadah makanan. Berbagi itu indah dan bahagia itu sederhana. Salam literasi (DM)





Rabu, 06 Februari 2019

Dian Marta

Lirik "MARS PPK"



Gerakan nasional revolusi mental
Membangun karakter generasi gemilang
Menuju kebangkitan generasi emas
Bagi manusia Indonesia

Melalui pendidikan nasional
Tumbuh kembangkan moral etika bangsa
Berbudi pekerti akhlak yang mulia
Siswa berkarakter Indonesia

Religius hidupnya
Nasionalis jiwanya
Integritas jadi tujuannya
Mandiri hidupnya
Gotong royong semangatnya
Persatukan bangsa Indonesia

Melalui pendidikan nasional
Tumbuh kembangkan moral etika bangsa
Berbudi pekerti akhlak yang mulia
Siswa berkarakter Indonesia

Religius hidupnya
Nasionalis jiwanya
Integritas jadi tujuannya
Mandiri hidupnya
Gotong royong semangatnya
Persatukan bangsa Indonesia

Selasa, 05 Februari 2019

Dian Marta

Lomba Menulis Puisi dan Cerpen 2019 Terbaru

Medialiterasiguru.com - Sahabat medialiterasiguru.com, berikut adalah info lomba menulis puisi dan cerpen 2019 terbaru. Yuk, saatnya berkompetisi. Penerbit Gerbang Pustaka di bulan ini menyelenggarakan lomba menulis puisi dan cerpen bagi siapa saja yang berminat. Tema yang diusung pun menarik. "Tulisanku adalah Diriku". Tema ini memberikan ruang bagi penulis untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan, baik itu puisi maupun cerpen. 

Senin, 04 Februari 2019

Dian Marta

Inovasi Menulis Puisi dengan Metode Suggestopedia

Cover Kumpulan Puisi/medialiterasiguru.com
medialiterasiguru.comMinat dan kemampuan menulis puisi pada siswa SD khususnya di kelas V selama ini masih rendah. Puisi dianggap sebagai materi pembelajaran yang sulit. Kesulitan itu muncul karena pembelajaran menulis puisi cenderung monoton, kaku, tidak variatif dan tidak ada sugesti positif kepada mereka.  Metode pembelajaran puisi yang konvensional dan tidak menyesuaikan zaman menjadi sumber kesulitan dalam pembelajaran menulis puisi. Peserta didik belum mampu memilih kata, frasa, kalimat indah dan bermakna. Sebagian besar peserta didik hanya menulis bait puisi sebagai formalitas tugas dari guru. 

Berdasarkan hambatan tersebut, pendidik perlu mencari metode yang tepat dan bernas. Alternatif metode yang dapat dipilih adalah metode suggestopedia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi dengan lingkungan. Salah satu alat interaksi manusia adalah bahasa. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan ide, gagasan, perasaan, dan juga keinginan. Begitu pula dengan minat literasi harus dimunculkan sejak dini. Kecintaan anak
Dian Marta

Poetry "Mom and Daughter"

Mom and daughter/medialiterasiguru.com

By:
D.Marta

Everybody has mom
Mom is the first person who we meet when we born in the world
Mom is the first person who hears our crying
She always accompany us
Phisically and mentally

I have a mom
and Now I become a Mom
I am a Mom for my daughter
Sastra, is her name
She is cute girl
She can't be far from me

In her exhaustion, she hugs me
In her thirst, she groanes
"Mommy, mommy, mommy
Come to me please"
She waves

Sastra, you are my light
You light my life
I am nothing about you
Just you, my reason for survive


Sabtu, 02 Februari 2019

Dian Marta

Guru SD Sampangan 01 Ikuti Workshop Game Mobile Android

Kegiatan Workshop Game Mobile Android/medialiterasiguru.com

medialiterasiguru.com- Minggu 3 Februari 2019 ratusan guru mengikuti workshop Game Mobile Andoid yang diselenggarakan oleh Ahli Media. Kegiatan ini dilaksanakan di kota Lumpia Semarang. Untuk mendongkrak kualitas SDM Guru, pemberian pelatihan memang wajib dilakukan. Pasalnya, tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang mengikuti perkembangan zaman, guru akan tertinggal oleh waktu. Dalam hal ini Dian guru SDN Sampangan 01 berkesempatan mengikuti workshop ini.

Kamis, 31 Januari 2019

Dian Marta

Membaca itu Menyenangkan

Foto: Suasana Literasi kelas 5B SDN Sampangan 01/medialiterasiguru.com
Literasi erat dikaitkan dengan kegiatan membaca,  membaca,  dan membaca.  Namun membaca yang seperti apa yang disebut literasi?  Pada hakikatnya,  literasi adalah kemampuan memahami aksara.   Oleh karena itu banyak yang mengartikan literasi hanya sebagai kegiatan membaca.  Padahal, literasi memiliki makna yang lebih mendalam.
Dian Marta

Contoh Target Tahunan SKP 2019

Foto: Dok. Pribadi www.medialiterasi.com
medialiterasiguru.com.-Minggu-minggu ini PNS se Kota Semarang sedang dihebohkan oleh yang namanya SKP.  apa sih SKP itu?  Ya,  SKP adalah Sasaran Kinerja Pegawai.  Di Semarang sendiri SKP sudah mulai dibuat secara online sejak kurang lebih 4 tahun terakhir.  Jika dulu SKP masoh dibuat manual,  sekarang yang manual itu mulai ditinggalkan.  Sistem pembuatan SKP telah mengarah pada kiblat digital methods.
Kota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang

Selasa, 29 Januari 2019

Dian Marta

Workshop Game Android CV Multimedia Edukasi

ahlimedia.com


Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dalam menghadapi Revolusi industri, CV Multimedia Edukasi turut serta ikut mengambil peran di dalamnya. Minggu, 03 Februari 2019, workshop dengan tema "Workshop Game Mobile Android: Dijamin 100% Pasti Bisa!" akan dilaksanakan. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Muria  Jalan Dokter Cipto No. 73 Semarang 50124. 
Kurang lebih 70 guru dari berbagai kalangan akan menjadi peserta. Sebelumnya, peserta memang sudah mendaftar melalui link yang telah disiapkan oleh panitia. Output dari kegiatan ini adalah peserta dapat membuat berbagai macam game yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan.
Untuk memperlancar kegiatan, panitia telah menyiapkan software yang telah diunggah di website https://ahlimedia.com/ . Terlebih dahulu peserta dapat mencoba aplikasi yang akan digunakan dalam pelatihan. Panitia memang menyarankan untuk menggunakan laptop, bukan netbook. Pasalnya, laptop akan lebih cepat prosesnya dibandingkan netbook.
Sukses selalu untuk guru-guru di Indonesia. Salam literasi.


Minggu, 27 Januari 2019

Dian Marta

Cara Mengajukan Kenaikan Pangkat Guru

www.medialiterasiguru.com

medialiterasiguru.com-Kenaikan pangkat adalah momen istimewa bagi setiap guru, khususnya yang PNS. Pada tahap ini seorang guru akan berusaha mempersiapkan dri bahwa dirinya memang berhak atas penghargaan dalam jenjang karirnya. Biasanya kenaikan pangkat jatuh pada SK per April dan Oktober. Pada bulan Januari seperti ini misalnya, banyak guru yang sibuk menyiapkan berkas kenaikan pangkat mereka.
Dian Marta

Cara Menyampaikan Materi Konvensi Hak-Hak Anak

Medialiterasiguru.com- Sebenarnya saya bukan tipe guru yang digital-digital banget. Saya pun masih sering mengajak anak untuk membaca dan membahas materi secara bersama-sama. Biasanya saya memberikan waktu beberapa menit bagi mereka untuk membaca dan mencari gagasan utama dari setiap paragraf yang mereka baca. Sama halnya dengan materi Konvensi Hak-Hak Anak yang terdapat dalam Buku Siswa halaman 32-33.

Senin, 21 Januari 2019

Dian Marta

Penerbitan Buku Termurah di Semarang

www.medialiterasiguru.com
Punya naskah tapi nggak pede dan bingung mau diterbitkan di mana?
Monggo,
Untuk teman-teman khususnya yang ada di Semarang dan sekitarnya, CV Pilar Nusantara hadir sebagai jembatan bagi penulis pemula seperti kita.
Penerbitan ini berkantor 1 di Jalan Soekarno Hatta Semarang dan kantor 2 di Jalan Menoreh Utara XII Gang II No.2 Sampangan Semarang.
Salah satu alasan didirikan penerbitan Pilar Nusantara adalah memberikan fasilitas bagi para penulis mula untuk terus berkarya.

Senin, 07 Januari 2019

Dian Marta

Malam Berganti


Malam hadir menanti pagi dalam cahayanya
Pagi berlari mengejar siang dengan panasnya
Tanpa pamit dan permisi
Siang pun memudar berganti sore
Rona merah menerangi samudera

Minggu, 06 Januari 2019

Dian Marta

Percobaan Termometer Sederhana


medialiterasiguru.com - Perlukah mengenal alat ukur panas (kalor)? Pada tahun 1592 seorang ilmuwan Italia bernama Galileo Galilei membuat alat ukur yang diberi nama termometer. Alat ukur tersebut dikembangkan oleh ilmuwan Jerman bernama Daniel Gabriel Fahrenheit dengan membuat termometer dengan diisi air raksa,  Termometer itu dimanfaatkan oleh manusia pada zaman itu untuk mengukur derajat panas. Dari penelitian yang terus berkembang muncullah termometer baru yang mengunakan ukuran 100. ILmuwan itu bernama Andres Celsius yang berasal dari negara Swedia. Termometer itulah yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Sabtu, 05 Januari 2019

Dian Marta

Cara Menyusun Silabus K13 Terbaru

Kata Kerja Operasional (KKO)
medialiterasiguru.com- Sudah menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk menyusun administrasi kelas. Salah satu administrasi yang wajib dibuat guru adalah silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa silabus yang hanya terdiri atas 3 kolom, "kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran" belum tepat untuk digunakan. Silabus model seperti ini hanya ditemukan dari berbagai file download yang  menjamur di internet. Silabus yang baik seharusnya memuat minimal poin-poin yang tertera pada pernyataan di atas.
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kita menyusun silabus
1. Pemetaan Kompetensi Dasar
2. Kata Kerja Operasional (KKO) untuk menyusun indikator
3. Buku Guru dan Buku Siswa
4. Kalender Pendidikan
Dari banyaknya KKO yang ditampilkan pada tabel Anderson dan Kratwohl kita dapat terlebih dahulu memilah kata kerja yang mudah diukur dan sering keluar. Berikut ini adalah KKO yang sering saya gunakan dalam menyusun indikator
Mengingat (C1):
- memilih
- menguraikan
- menunjukkan
- menyatakan
- mengingat
Memahami (C2):
- menggolongkan
- membedakan
- memberi contoh
- menulis kembali
Menerapkan (C3):
- menerapkan
- menentukan
- menjelaskan
- menyelesaikan
- menggunakan
Menganalisis (C4):
- menganalisis
- mengategorikan
- mengelompokkan
- membedakan
- merinci
Menilai (C5):
- menghargai
- mempertimbangkan
- mengkritik
- mempertahankan
- membandingkan
Menciptakan (C6):
- mengombinasikan
- mengarang
- menciptakan
- mendesain
- merancang
- merumuskan
- membuat
Demikian cara menyusun silabus K13 terbaru. Semoga bermanfaat ^_^

Jumat, 04 Januari 2019

Dian Marta

Bahan Ajar Berbasis Etnosains

 Dian Marta Wijayanti

medialiterasiguru.com.- Pada kegiatan Seminar Nasional (Semnas) 2 bulan Oktober lalu, saya lolos sebagai salah satu pemrasan banner. Di kegiatan tersebut, saya mengambil tema tulisan tentang Penguatan Keterampilan Abad 21. Seperti yang telah kita ketahui dalam abad 21 termuat istilah 4 C yang terdiri atas (critical thinking, creative, collaborative, communicative). 
Bahan ajar merupakan unsur penting dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di kelas. Pendekatan tematik yang dikembangkan dalam kurikulum 2013 hadir seperti 2 sisi mata uang. Meskipun buku guru dan buku siswa telah dikemas secara komunikatif. Namun praktiknya muatan-muatan pelajaran masih susah untuk disampaikan secara holistik. Jembatan antar muatan pelajaran masih saja terlihat meskipun sudan mengikut ialur dari buku guru.
Buku siswa yang digunakan dalam kurikulum 2013 sebenarnya sudah banyak mengambil nilai-nilai budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Hal itu merupakan salah satu bentuk untuk mengenalkan budaya bangsa Indonesia. Namun yang jadi permasalahan adalah ada banyak lagu-lagu daerah yang tidak dikuasai guru khususnya di Semarang. Tidak hanya lagu, kebudayaan lainnya pun terkadang guru perlu menggali lebih dalam agar saat menyampaikan kepada siswa tidak terlihat kebingungan. Produk yang akan dikembangkan dalam makalah ini merupakan bahan ajar pendukung yang disusun dengan basis etnosains kota Semarang. Tujuannya adalah selain budaya nusantara yang dikuasai, pengetahuan siswa tentang kebudayaan sendiri juga bias lebih kompleks.
Pembelajaran dalam kurikulum 2013 berbasis etnosains mampu menjembatani antara budaya siswa dengan budaya ilmiah di sekolah. Hal itu dianggap mampu mewujudkan proses perkembangnya kualitas diri siswa sekolah dasar sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. Asumsi ini diyakini akan menjadi faktor utama bagi tumbuh kembangnya bangsa. Guru sebagai pemeran utama pendidikan harus tanggap terhadap perkembangan budaya dan kearifan lokal, teknologi dan seni yang ada di sekitarnya. Desain pembelajaran seperti ini memotivasi keingintahuan tentang budaya lingkungannya. Pembelajaran yang efektif tentu mampu mengonstruksikan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran sekaligus bertanggung jawab atas pelestarian dan konservasi nilai nilai luhur kepada kemampuan peserta didik.
Evaluasi dari kelemahan banner yang saya gunakan pada presentasi ini adalah 
1. Ada bagian yang tidak lengkap, seperti "manfaat, simpulan, dan juga saran)
2. Foto produk bahan ajar kurang jelas
3. Kurang komunikatif
Kelemahan-kelemahan banner ini saya bandingkan dengan tampilan banner-banner peserta lain, terutama dari para pemenang. Dari proses evaluasi tersebut dapat saya jadikan pelajaran untuk pembuatan banner presentasi berikutnya.

Dian Marta

Cara Membuat Akun Kesharlindungdikdas

Tampilan Dashboard Web Kesharlindungdikdas
medialiterasiguru.com. Kamu guru SD atau SMP di Indonesia? Kamu ingin bertemu dengan guru-guru hebat se Indonesia? Kamu ingin keliling Indonesia secara gratis? Kamu ingin naik pesawat tanpa harus bayar? Kamu ingin tidur di hotel berbintang tanpa mengeluarkan uang serupiah pun? Jawabannya satu, mulailah dengan membuat akun Kesharlindung. 
Apakah ada persyaratan khusus untuk membuat akun Kesharlindung?
Syarat  dalam pembuatan akun kesharlindungdikdas hanya "memiliki NUPTK". Siapapun yang memiliki NUPTK baik itu guru negeri, swasta, PNS, maupun non PNS dapat mengikuti kegiatan yang ada dalam program Kesharlindung.
Ada banyak sekali kegiatan yang dapat diikuti oleh teman-teman apabila sudah join. Di antaranya kita bisa ikut dalam kegiatan Seminar Nasional, Inobel, Perlindungan Guru, Anugerah Konstitusi, Workshop Literasi, dan berbagai kegiatan lainnya yang tentunya memiliki alur seleksi yang berbeda. Ingat ya, masih ada seleksi. Biasanya, seleksi yang diberikan adalah seleksi administrasi, seleksi makalah, dan uji similarity. Oleh karena itu penting bagi kita untuk berlatih menulis makalah sebaik mungkin dengan memperhatikan kadar plagiarisme. Naskah dengan prosentase plagiarisme yang besar tentunya akan ditolak oleh sistem.

Dian Marta

Permendikbud No.35 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum SMP/MTs


Guru harus melek UU dan Permen agar tidak tersesat dalam menjalankan tupoksinya. Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk memiliki file dan memahami isi dari file tersebut. Akan sangat percuma jika file yang dimiliki hanya sebatas tersimpan di flashdisk namun tidak pernah dibaca. 
Berikut ini akan dilampirkan Permendikbud Terbaru yang dapat dijasikan acuan bagi guru:

Permendikbud No 35 Tahun 2018 (Struktur Kurikulum SMP/MTs)

https://drive.google.com/file/d/1VoWLxyzUzBkfo1JN6OYwgh74NwID2YeJ/view

Permendikbud No 36 Tahun 2018 (Struktur Kurikulum SMA/MA)

https://drive.google.com/file/d/1_MB01_BkAkP9Yz3rctnN2f1d3HmCz77l/view

Permendikbud No 37 Tahun 2018 (KI - KD SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA)

https://drive.google.com/file/d/1lmz_CWq2Sr7bIaNn-VbCCkJ_8YwG2hHY/view

KI - KD Informatika SMP/MTs

https://drive.google.com/file/d/1qDQdv5hUvAGo473KDeK5pwzmQGoK3j_e/view

KI - KD Informatika SMA/ MA

https://drive.google.com/file/d/1ZXNzI2YzxrG79Ac2W0KJC-vfAcG0fQk7/view

Permendikbud No 34 Tahun 2018 (Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1eihIfIoTLLExXhFoZHYhQEVQyXfKkQnz/view

Lampiran I Permendikbud No 34 (Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1RzV4J7BY_RjoT6nd1f9mi_EvT_OkHGBt/view

Lampiran II Permendikbud No 34 (Standar Isi SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1D_JWJi93BTB2VAu0eC_zNwV4MphUeWKP/view

Lampiran III Permendikbud No 34 (Standar Proses SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1YSWmR-MXu0D6EAT4Q1hMSKXJKP3Ppejm/view

Lampiran IV Permendikbud No 34 (Standar Penilaian SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1xuDDXun8Kxu5ACShmuzF_YSmEiXCmmTi/view

Lampiran V Permendikbud No 34 (Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1fHhWhJQg8AgWL7xSjJ_rpGbX6Bu8HjYG/view

Lampiran VI Permendikbud No 34 (Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1lAixkBTJ2WmIyVK5Deuj1crqR-bD69X-/view

Lampiran VII Permendikbud No 34 (Standar Pengelolaan SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/1EIZt6mpFJsqWTcxLJBVchOdGBzjAU6eS/view

Lampiran VIII Permendikbud No 34 (Standar Biaya Operasi SMK/MAK)

https://drive.google.com/file/d/13J6hZTDW6Tp5vH6kA-2naZLeVP7TuvAt/view
Dian Marta

Hore, Gaji PNS Naik 5%


medialiterasiguru.com- Walaupun belum dibayarkan secara langsung pada bulan Januari 2019 namun rumor kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah beredar luas. Pasalnya, pada tahun 2019 ini gaji PNS akan naik sebesar 5%. Perhitungan kenaikan itu akan dimulai pada bulan Januari.

Menurut Askolani (Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan) Peraturan Pemerintah (PP) akan segera dimatangkan dengan senantiasa berkoordinasi dengan Menteri PANRB Syafruddin. PP itu kemungkinan akan keluar sekitar bulan Februari atau Maret 2019. Pembayaran kenaikan gaji itu akan diterima PNS setelah PP nya keluar.

Kenaikan gaji ini sangat disambut antusias oleh seluruh abdi negara. Selama 3 tahun terakhir ini pemeirntah memang tidak memberikan kenaikan gaji kepada PNS. Sebagai gantinya PNS menerima gaji ke 14 sebagai Tabungan Hari Raya (THR). Dengan adanya kenaikan gaji ini, diharapkan kualitas kinerja PNS juga akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Berapa sih kenaikan gaji yang diterima PNS di tahun 2019 ini?
Kita tunggu info resmi dari pemerintah ya ....

Kamis, 03 Januari 2019

Dian Marta

Literasi Budaya dengan Tembang Pangkur

Buku Paket Bahasa Jawa

Meskipun kita hidup di zaman digital, mempelajari tembang-tembang daerah (khususnya Jawa) hendanya tidak menjadi hal asing. Apalagi sebagai guru muda yang memiliki banyak cara untuk mempelajari sesuatu. Tidak ada alasan bagi guru untuk mengatakan "tidak bisa". Guru bisa belajar dari orang lain maupun dari media-media yang menjamur di internet.
Salah satu fenomena aneh dalam pembelajaran Bahasa Jawa di SD adalah guru menghindari mengajarkan tembang macapat pada anak. Alasannya, guru merasa tidak menguasai lagu atau tidak tahu artinya. Padahal jika guru itu mau menelaah kurikulum sejak awal, seharusnya ia memiliki waktu untuk belajar terlebih dahulu sebelum mengajarkan pada anak-anak. JIka memang terpaksa benar-benar tidak mampu, guru dapat memanfaatkan youtube sebagai media yang dapat membantu proses pembelajaran.
Berikut ini adalah teks Sekar Pangkur:

Sekar Pangkur

Sekar pangkur kang winarna
Lelabuhan kang kanggo wong aurip
Ala lan becil punika
Prayoga kawruhana
Adat waton puniku dipun kadulu
Miwah ingkang tata krama
Den kaesthi siyang ratri 

Dian Marta

Sardula Krida Mustika Kuatkan Literasi Seni Barongan

Suasana Latihan Grup Sardula Krida Mustika



Blora, Medialiterasiguru.com - Grup barong Sardulo Krida Mustika Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus melakukan perbaikan pengelolaan grup pada anggotanya. Sebab, grup yang dirintis dari tahun 2014 ini sudah menapaki usia hampir 5 tahun ini masih eksis dan berkembang di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Hal itu diungkapkan Indra Bagus Kurniawan Pimpinan grup Sardulo Krida Mustika usai pentas di rumah warga, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya, ia bersama puluhan anggota grup melakukan latihan intens sebelum tampil. "Kalau latihan aslinya kita tiap hari libur, baik itu Sabtu atau Minggu dan juga hari libur nasional. Tapi kalau waktunya memang malam hari dari habis isya sampai jam sepuluh malam bahkan sebelas malam," beber dia, Rabu (2/1/2019).


Pihaknya menegaskan, banyak sekali agenda yang mendukung program edukasi barongan Blora. Mulai yang digelar pemerintah, warga dan sanggar atau grup barong itu sendiri. (mlg33/hi).

Rabu, 02 Januari 2019

Dian Marta

Pentas Seni SDN Sampangan 01

Penganugerahan Pentas Seni Kelas SDN Sampangan 01
Sebagai salah satu sekolah yang sedang mengembangkan pendidikan karakter, SDN Sampangan 01 senantiasa membuat gebrakan-gebrakan baru dalam melaksanakan perannya sebagai sekolah. Salah satu gerbrakan baru SDN Sampangan 01 adalah mengadakan lomba pentas seni setiap hari Jum'at di minggu terakhir pada setiap bulannya. Dalam kegiatan ini setiap kelas dapat menampilkan berbagai macam pementasan. Diantaranya tarian, menyanyi, fashion show, gerak dan lagu, koor, drama musikal, pantomim, dan kesenian lainnya. 
Sekolah dengan 12 rombel ini percaya bahwa anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka, tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan. Pada bulan ini kelas yang mendapat juara adalah kelas 5A (juara I), kelas 6A (juara II), dan kelas 5B (juara III). Ibu kepala sekolah berharap para juara dapat mempertahankan piala bergilir sampai pada penampilan berikutnya. Bagi kelas yang belum berhasil menjadi juara, diharapkan lebih semangat dan kreatif dalam menampilkan pentas seninya. 
Peran guru kelas juga sangat besar dalam kegiatan pentas seni ini. Motivasi dari guru kelas sangat mempengaruhi keberhasilan peserta didik.
Dian Marta

Perbedaan Honorer dan PPPK

Challenge Yogyakarta
Apa perbedaan antara Honorer dengan PPPK?


Berdasarkan UU ASN yang ditetapkan pada akhir 2013, PPPK adalah :
Pasal 1
(4) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disingkat PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.

Pasal 6
Pegawai ASN terdiri dari :
1. PNS
2. PPPK

Pasal 7
1. PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai tetap oleh Pembina Kepegawaian dan memiliki nomor induk pegawai secara nasional.

2. PPPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan Ketentuan Undang-Undang ini.
Pasal 22
PPPK berhak memperoleh :
a. gaji dan tunjangan
b. cuti
c. perlindungan, dan
d. pengembangan kompetensi.

Pasal 99
(3) PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. 
(4) Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Beberapa informasi dari Undang-Undang Aparatur Sipil Negara diatas yang paling pokok adalah bahwa PPPK tidak lagi akan diangkat menjadi calon PNS. Jika ingin menjadi PNS, PPPK tetap harus ikut bersaing dalam seleksi CPNS dalam formasi pelamar umum. Sehingga PPPK tidak serta merta bisa langsung menjadi calon PNS.
Pengabdian PPPK sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya akan diukur dan dihargai berdasarkan aturan seperti yang tercantum pada Pasal 22, yakni mendapatkan gaji, tunjangan, cuti, perlindungan, dan pengembangan kompetensi.
Hal ini berbeda dengan Tenaga Honorer. Sebagaimana disebutkan dalam PP 48/2005, PP 43/2007 dan yang terakhir PP 56/2012, Honorer dapat diangkat menjadi Calon PNSdengan persyaratan administrasi tertentu melalui seleksi dan tes.
Selain itu Tenaga Honorer juga ditentukan berdasarkan masa pengabdian yang diatur minimal sudah melaksanakan kewajiban 1 tahun per 31 Desember 2005 dan masih bekerja secara "tidak terputus" hingga proses pengangkatan menjadi PNS.
Beberapa hal lain yang membedakan adalah bahwa Honorer dibagi menjadi 2, yaitu Honorer Kategori I (K1) yakni Tenaga Honorer yang penghasilannya dibiayai oleh negara (APBN/APBD) dan Honorer Kategori II (K2) yang pembiayaannya tidak ditanggung oleh APBN/APBD.
Bagaimanapun perbedaan antara Honorer dengan PPPK, pengangkatan Honorer baik K1 maupun K2 masih meninggalkan masalah.
K1 misalnya masih terdapat ribuan orang yang terganjal dan tidak dapat diangkat menjadi calon PNS. Sementara K2 hanya diangkat tidak lebih dari 30%.
Persoalan lainnya, bahwa honorer diluar 2 kategori tersebut (K1 dan K2) tidak dianggap lagi sebagai tenaga honorer dan sudah tertutup nasibnya untuk diangkat menjadi CPNS.
Hal ini sudah dinyatakan dalam PP 48/2005 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 814.1/169/SJ Tahun 2013 tentang Penegasan Larangan Pengangkatan Tenaga Honorer.
Dibeberapa daerah SE ini diikuti oleh PPK. Seperti di Kota Bekasi misalnya, Walikota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 814/383-BKD.2/II/2013 tentang Larangan Mengangkat Tenaga Honorer dan Tenaga Magang.
PPPK
Mengenai PPPK, pasal 94 UU ASN ini menyebutkan, jenis jabatan yang dapat diisi oleh PPPK diatur dengan Peraturan Presiden.
Namun setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
“Setiap Warga Negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan,” bunyi Pasal 95 UU ASN ini.
Disebutkan dalam UU ASN ini, penerimaan calon PPPK dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah melalui penilaian secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan Instansi Pemerintah, dan persyaratan lain yang dibutuhkan.
Adapun pengangkatan calon PPPK ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian, dengan masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja.
“PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 98 UU ASN ini.
Menurut UU ini, pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPPK berdasarkan beban kerja, tanggung jawab jabatan dan resiko pekerjaan.
Gaji sebagaimana dimaksud dibebankan pada APBN untuk PPPK di Instansi Pusat, dan APBN untuk PPPK di Instansi Daerah.
“Selain gaji, PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 101 UU ASN ini.
Dalam UU ASN ini juga disebutkan, PPPK diberikan kesempatan untuk pengembangan kompetensi, dan terhadap PPPK yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan dan prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya dapat diberikan penghargaan.
“Penghargaan sebagaimana dimaksud dapat berupa pemberian: a. Tanda kehormatan; b. Kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi; dan/atau c. Kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan,” bunyi Pasal 103 Ayat (2) UU ini.
Tetapi untuk melaksanakan UU ASN terhadap PPPK ini masih membutuhkan lahirnya Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden dan beberapa Peraturan Menteri.